tunjukan dengan sikap empati pemerintah terhadap keberagaman budaya

Pentingnyaperan kepemimpinan yang sensitif keberagaman dan kemajemukan semakin menjadi kebutuhan di tengah derasnya arus globalisisasi yang mengharuskan peran serta daerah sebagai penyangkah kekuatan ekososial level nasional. Sikap dan perilaku yang sensitif multikultural merupakan indikator keberhasilan kepemimpinan di masa depan
Tunjukandengan sikap empati pemerintah terhadap keberagaman budaya - 2305090 lailalulu lailalulu 17.03.2015 IPS Sekolah Menengah Atas terjawab • terverifikasi oleh ahli Tunjukan dengan sikap empati pemerintah terhadap keberagaman budaya 1 Lihat jawaban Iklan
K. Pengembangan Sikap Toleransi dan Empati Sosial Terhadap Keberagaman Budaya di IndonesiaTelah diketahui bersama bahwa para pendiri Indonesia sejak awal telah menyadari keberagaman budaya sehingga penting untuk mengembangkan kerangka nilai atau etos budaya sehingga mampu mempersatukan masyarakat Indonesia dalam kerangka kehidupan berbangsa dan bernegara. Kesadaran itu dituangkan dalam UUD 1945, pasal 32 yang berbunyi Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia. Hal ini diperkuat lagi dalam butir penjelasannya yang menyebutkan bahwa"Kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah- daerah di seluruh Indonesia, terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab, budaya dan persatuan dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat mengembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia".Berdasarkan penjelasan tersebut, nyatalah bahwa perkembangan kebudayaan bangsa yang hendak dimajukan itu tidak mungkin dibiarkan terselenggara tanpa memperhatikan keberagaman masyarakat dengan segala kebutuhan yang timbul dalam proses perkembangan masyarakat bangsa. Kita harus bersedia menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan, tanpa mempedulikan perbedaan suku bangsa, agama, budaya, gender, bahasa, kebiasaan, ataupun kedaerahan. Adanya kesetaraanSumber Indonesian Heritage 8dalam derajat kemanusiaan yang saling Gambar Sikap toleransi dan menghormati, diatur oleh hukum yang adilsimpati perlu dikembangkandan beradab yang mendorong kemajuan dan terhadap keberagaman budaya menjamin kesejahteraan hidup warganya. supaya tercipta keharmonisan dalamkehidupan berbangsa dan bernegaraKesamaan dan Keanekaragaman BudayaKesetaraan dalam derajat kemanusiaan hanya mungkin terwujud dalam praktik nyata dengan adanya pranata sosial, terutama pranata hukum yang merupakan mekanisme kontrol secara ketat dan adil dalam mendukung dan mendorong terwujudnya prinsip demokrasi dalam kehidupan nyata. Masyarakat Indonesia harus memiliki toleransi terhadap perbedaan dalam bentuk apapun. Diskriminasi sosial, politik, budaya, pendidikan dan ekonomi secara bertahap harus dihilangkan untuk menegakkan demokrasi demi kesejajaran dalam kesederajatan kemanusiaan sebagai bangsa banyak komunitas adat yang ketat membedakan antarwarga dengan bukan warga, kehadiran orang asing itu terpaksa dilalui dengan upacara adopsi untuk mempermudah perlakuan, kecuali kalau yang bersangkutan akan tetap diperlakukan sebagai orang luar atau hendak diperlakukan sebagai musuh. Hal ini tercermin antara lain dalam upacara penyambutan pejabat dari pusat di daerah Tapanuli di masa lampau. Para tamu itu biasanya disambut dengan upacara yang memperjelas kedudukannya dalam struktur sosial masyarakat Batak yang terikat dalam hubungan perkawinan tiga marga dalihan na tolu. Pada komunitas perang Dani di pegunungan Jayawijaya, di luar kelompok kerabat patrilineal, hubungan periparan antarmereka berasal dari kelompok sosial yang berlainan sangat kuat, karena itu untuk mempermudah perlakuan terhadap orang "asing", upacara kelahiran kembali biasanya dilakukan terhadap tamu yang dihormati, untuk menentukan pola-pola perlakuan yang layak dan efektif. Bahkan di masa lampau, untuk membenarkan kewenangan Gubernur Jenderal Van Imhoff, sebagai wakil ratu Belanda, yang mengundang raja Jawa sebagai penguasa tertinggi di Mataram, terpaksa diperlakukan sebagai Kanjeng Eyang Paduka Tuan Gubernur Jenderal yang menunjukkan senioritas dalam memelihara kesetiakawanan sosial kelompok suku bangsa itu biasanya mengembangkan simbol-simbol yang selain diyakini kebenarannya, juga mudah dikenal, seperti bahasa, adat istiadat dan agama. Walaupun tidak setiap kelompok suku bangsa mempunyai bahasa yang berbeda dengan kelompok lain, akan tetapi sesungguhnya lebih mengutamakan simbol-simbol yang membedakan dengan bahasa lainnya daripada kenyataan yang sesungguhnya dipergunakan oleh segenap anggotanya. Betapapun masing-masing suku bangsa merasa bahwa mereka memiliki simbol-simbol tertentu yang diyakini perbedaannya dengan simbol-simbol suku bangsa lainnya, dan berfungsi sebagai media sosial yang memperkuat kesetiakawanan sosial Antropologi Kontekstual XI SMA/MA Program BahasaSelain itu banyak di antara suku-suku bangsa dan golongan sosial yang terlibat dalam interaksi lintas budaya secara serasi dan bahkan melahirkan suku-suku bangsa baru sebagai hasil amalgamasi ataupun asimilasi. Salah satu bentuk amalgamasi yang melahirkan suku bangsa baru adalah yang terjadi di Batavia. Penduduk setempat yang berdatangan dari berbagai tempat dengan keanekaragaman latar belakang kebudayaan mereka itu berhasil mempersatukan diri sebagai orang Betawi yang dipimpin oleh Muhammad Husni Thamrin pada tahun 1923. Masing- masing kelompok suku bangsa maupun golongan yang ada menanggalkan simbol-simbol kesukubangsaan mereka dan kemudian mengembangkan simbol-simbol kesukubangsaan baru yaitu agama Islam sebagai media sosial yang memperkuat kesetiakawanan yang berusaha memenangkan simpati dari rakyat Indonesia, terutama dengan memaksakan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi maupun dalam pergaulan sosial sehari-hari. Pengaruh kebijaksanaan tersebut sangat besar artinya dalam pengembangan budaya yang mencerminkan kesetaraan pada masyarakat Indonesia selanjutnya. Keputusan untuk memberlakukan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi itu bukan hanya mengukuhkan media sosial yang diperlukan melainkan juga mematahkan salah satu lambang arogansi sosial. Jasa lain yang tidak boleh diabaikan adalah pembentukan organisasi rukun tetangga RT sebagai komunitas lokal yang mempersatukan segenap warganya tanpa memandang asal usul kesukubangsaan, golongan maupun latar belakang kebudayaannya. Konsep ketetanggaan inilah yang selanjutnya akan memainkan peranan penting dalam menciptakan arena sosial yang dapat menjamin kebutuhan akan rasa aman warganya, bebas dari kecurigaan dan prasangka kesukubangsaan, golongan maupun perbedaan itu kebebasan berkreasi perlu ditegakkan untuk memberdayakan masyarakat majemuk Indonesia yang mempunyai keanekaragaman kebudayaan. Dengan kebebasan berkreasi itu bukan hanya masyarakat Indonesia akan meningkat kemampuannya untuk bersaing dalam era globalisasi, melainkan juga dapat menghindarkan kecenderungan dominasi suku-suku bangsa dan kebudayaan-kebudayaan Indonesia lainnya. Sebagai contoh dapat dikemukakan betapa sesungguhnya proyek pencetakan sejuta hektar sawah lahan gambut yang telah dibatalkan itu sesungguhnya dapat menjurus ke arah dominasi kebudayaan petani sawah dari Jawa yang dipaksakan kepada orang Dayak dan kebudayaannya yang dianggap kurang sesuai dengan arah dan Keanekaragaman BudayaSelain itu pengembangan model pendidikan yang menggunakan wacana multikultural sangat diperlukan untuk menanamkan nilai-nilai pluralitas bangsa. Sikap simpati, toleransi dan empati akan tertanam kuat karena melalui pendidikan multikultural ini masyarakat menyadari adanya perbedaan sekaligus mengantarkan pada penghayatan nilai-nilai kebersamaan sebagai dasar dan pandangan hidup bersama. Pendidikan multikultural mampu mempertahankan simbol-simbol kebudayaan yang ada di tanah air sehingga masa depan bangsa akan berjalan sesuai karakter dan jati diri bangsa. Perlunya pengakuan kebudayan Indonesia yang tinggi dibanding kebudayaan asing lainnya merupakan simbol yang seharusnya dibangun untuk memperkokoh jati diri dan kepribadian bangsa. Seiring dengan perkembangan globalisasi dunia, pendidikan multikultural sangat penting untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal yang tidak kalah menariknya dengan budaya kapitalisme yang ditawarkan di media-media Indonesia terdapat beragam budaya yang berbeda-beda. Melalui sebuah wacana kebudayaan nasional yang mengedepankan eksistensi budaya lokal merupakan salah satu usaha untuk menghargai perbedaan budaya yang ada. Melalui kebudayaan nasional inilah budaya lokalitas tetap tumbuh dan berkembang sebagai sebuah ciri khas masyarakat Indonesia. Salah satu solusi yang mampu memberikan pemahaman keberagaman dan persamaan dalam mengembangan budaya lokal yaitu pendidikan multikultural yang memandang semua budaya lokal sama tidak adanya kelompok dominan maupun kelompok inferior sehingga terbangun sebuah jembatan komunikasi yang mampu meredam disintegrasi ini tertuang dalam pasal 32 yang menyebutkan tentang pemerintah Indonesia memajukan kebudayaan nasional. Ini merupakan sebuah komitmen besar bangsa Indonesia untuk tetap memberikan penghargaan dan eksistensi kebudayaan daerah yang masih ada. Berbagai kemajemukan ini memerlukan sebuah alternatif penyelesaian agar ke depan tidak akan menimbulkan sebuah persoalan baru seperti konflik antar suku. Oleh karena itu suatu usulan pengembangan dalam kemajemukan Indonesia adalah42 Antropologi Kontekstual XI SMA/MA Program Bahasa 42 Antropologi Kontekstual XI SMA/MA Program BahasaSebagai negara yang terdiri dari berbagai elemen budaya yang berbeda memunculkan berbagai konflik dan ketegangan karena adanya berbagai perbedaan dalam segala hal seperti bahasa, kepercayaan, perilaku maupun ras. Ini memang menjadi tantangan dan tanggungjawab pemerintah Indonesia untuk mengembangkan konsep relativisme budaya yaitu persamaan dalam memandang kebudayaan sehingga mampu meminimalisir konflik.
\n \n tunjukan dengan sikap empati pemerintah terhadap keberagaman budaya
Bukansuatu masalah budaya asing masuk ke Indonesia, yang menjadi masalah adalah bagaimana cara seseorang memilah mana yang baik dan mana yang benar. Lalu bagaimana sikap kita seharusnya sehingga mencerminkan sikap cinta tanah air? Banyak aksi yang bisa kita lakukan, namun di sini penulis hanya menuliskan beberapa saja yaitu dengan cara,
TOLERANSI DAN EMPATI SOSIAL TERHADAP KEBERAGAMA BUDAYA BAB 9 SIKAP TOLERANSI DAN EMPATI SOSIAL TERHADAP KEBERAGAMAN BUDAYA 1. Sikap Toleransi dan empati terhadap keberagaman budaya Sikap toleransi berarti sikap yang rela menerima dan menghargai perbedaan dengan prang atau kelompok lain. Empati adalah sikap yang secara ikhlas mau merasakan pikiran dan perasaan orang lain. Sikap tolerans dan empati ini sangat penting ditumbuhkembangkan dalam kehidupanmasyarakat Indonesia multicultural. Dengan pengembangan sikap toleransi dan empati sosial, maka masalah-masalah yang beraitan dengan keberagaman sosial budya akan dapat dikendalikan, sehingga tidak mengarah pada pertentangan sosial yang dapat mengancam diisintegrasi nasional. Semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sejak zaman Kerajaan Majapahit telah terpelihara cukup baik. Oleh karena itu, sikap toleransi tidak boleh pudar hanya karena perbedaan suku bangsa, ras, bahasa, agama, adat istiadat atau golongan politik. Sebab bangsa yang berBhinneka Tunggal Ika, kita tidak layak bersikap sukuisme, realism, chauvisme, primadialisme, atau anarkisme dalam kehidupan masyarakat. Sebab sikap dan perilaku seperti itu bertentangan dengan nilai-nilai luhur budaya dan jati diri bangsa Indonesia yang bersifat kekluargaan, ramah tamah, tolong menolong dan sebagainya. Oleh karena itu, kita harus menempatkan diri sebagai warga masyarakat yang merupakan bagian utuh dari bangsa Indonesia. Untuk itu, perlu dikembangkan sikap dan perilaku yang dilandasi oleh sikap demokratis, toleransi, empati, solidaritas, tolong menolong, dan kekeluargaan. Dengan demikian, kita akan dapat memlihara dan mewujudkan kehidupan masyarakat yang dilandasi oleh nilai-nilai budaya nasional. Sebagai makhluk Individu, manusia memiliki hak dan kewajiban asasi untuk mengembangkan kehidupannya secara mandiri sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Namun, manusia tidak dapat hidup secara sendiri-sendiri, melainkan memerlukan bantuan manusia lainnya. Keberadaan manusia hanya bermakna bila mampu hidup secara kolektif dalam persekutuan dengan individu-individu lain dimasyarakat. Adapun cara untuk menerima dan menghargai orang lain atau suku bangsa lain yang berbeda latar belakang budaya dapat dilakukan sebagai berikut a. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai dari bangsa Indonesia. b. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial ciptaan Tuhan Yang Maha Esa c. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai manusia yang memiliki kelebihan dan keterbatasan dalam hal-hal tertentu. d. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai manusia yang memiliki persamaan kedudikan, harkat, martabat, dan derajat, serta hak dan kewajiban asasi. e. Kita perlu menerima dan menghargai oranglain/suku bangsa lain sebagai pemilihan dan penghuni tanah air Indonesia ciptaan Tuhan Yang Maha Rsa f. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai manusia yang memiliki latar belakang sosial budaya yang berbeda-beda dalam ras, suku bangsa, bahasa, adat-istiadat, profesi, golongan politik dan sebagainya. 2. Sikap positif dan krisis terhadap keberagaman budaya Selain dapat menimbulkan dampak negative berupa goncangan budaya dan ketimpangan buadaya, globalisasi berdampak positif, yaitu memperkaya khasanah budaya nasional Indonesia. Cukup banyak nilai-nilai budaya global yang positif dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Proses alih teknologi dan ilmu pengetahuan dari masyarakat Negara maju kepada masyarakat Indonesia pada era global dewasa ini tentu saja menguntungkan bagi kemajuan masyarakat Indonesia. Demikian pula masuknnya paham-paham baru dibidang politik, ekonomi, dan seni budaya, sepe rti paham demokrasi, prinsip efesiensi dan produktivitas dalam bidang industry atau ekonomi dan system persenjataan militer, semua itu bermanfaat dalam emajukan kehidupan masyarakat Indonesia. Demikian pula dengan sikap dan perilaku disiplin, keterbukaan, tertib dijalan raya, rapi dalam berbusana, mandiri dalam kehidupan, sikap menghargai waktu, sikap positif dalam olah raga, dan sejenisnya, semua itu diadopsi dari nilai-nilai budaya luar, terutama dari masyarakat Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Sikap dan perilaku hidup tertib dan disiplin tadi tertentu sja sangat berguna untuk membina moral dan mentalitas masyarakat Indonesia, yang cenderung bersikap santai dan malas. Selain itu, masuknya benda-benda budaya fisik, seperti barang-barang beteknologi canggih televise, antenna parabola, telepon genggam, internet, faksimil, mobil mewah, dan barang-barang mewah lainnya, semuanya sangat berguna bagi masyarakat Indonesia unutk ditiru dan dikembangkan dalam kehidupannya. Sekalipun banyak manfaat yang diperoleh dari masuknya nilai-nilai budaya global, tetap kita tetap peru waspada agar eksistensi jati diri bangsa Indonesia tetap terjaga. Sebagai masyarakat religious, tentu saja kita tidak menghendaki berkembangnya budaya secular dan materialis. Sebagai bangsa yang menjungjung tinggi semangat kekeluargaan, gotongroyong dan ramah tamah tentu saja kita tidak menghendaki berkembangnya buadaya anarkis dan indiviualis. Oleh karena itu, kita harus tetap memelihara eksistensi jati diri bangsa Indonesia. Derasnya pengaruh nilai-nilai budaya global, sejalan dengan proses modernisasi masyarakat, tentu saja menimbulkan masalah-masalah sosial. Adapun masalah sosial yang timbul sebagai dampak negative globalisasidan modernsiasi yaitu sebagai berikut a. Semakin meningatnya arus urbanisasi dari desa ke kota, sehingga timbul kerawanan sosial berupa pengangguran, permukiman kumuh, kriminalitas, mobilitas gelandangan dan perminta-minta b. Terjadinya perubahan struktur sosial, dari masyarakat pertanian tradisional menjadi masyarakat industry modern yang cenderung bersifat feudal, kapitalis, secular, dan materialistis. c. Semakin memudahkan masuknya unsur-unsur budaya luar yang negative, sehingga mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat, seperti berkembangnya budaya alkoholisme, penyimpangan seksual, sikap hidup kebarat-baratan, penyalahgunaan narkotika dan sejenisnya. d. Semakin tajamnya kesenjangan sosial antara golongan orang kaya dengan orang miskin, sehingga timbul kecemburuan sosial, menajamnya konflik rasial, memudarnya nilai-nilai budaya asli dan sebagainya. a. Gagasan yang perlu dikembangkan Sebagai warga negara yang baik kita wajib menjaga eksistensi jati diri bangsa. Jati diri bangsa Indonesia yang dikenal religius,ramah tamah,dan kekeluargaan jangan sampai memudar karena pengaruh-pengaruh global yang bersifat sekular,anarkis,individualitis,dan materialitis. oleh karena itu,kita perlu berupaya mengatasi memudarnya jati diri bangsa. Berikut ini gagasan atau pemikiran untuk mengatasi memudarnya jati diri bangsa akibat pengaruh globalisasi . 1 Pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional perlu meningkatkan program pendidikan bela ini dalam pelaksanaannya dapat diintegrasikan ke dalam materi pelajaran,seperti kedalam mata pelajaran Bahasa Indonesia,Ilmu pengetahuan sosial,Kewarganegaraan, ataupun Sosiologi . 2 Pemerintah melalui Departemen Pariwisata dan Kebudayaan memprogramkan upaya-upaya pemeliharaan dan pengembangan seni budaya daerah,antara lain melalui seminar,lomba karya tulis,pagelaran seni budaya,ataupun pameran kebudayaan. 3 Masyarakat melalui tokoh-tokohnya perlu brupaya melakukan pembinaan terhadap seni daerah masing-masing. 4 Dilingkungan sekolah,para guru perlu memprogramkan upaya pembinaan mentalitas generasi muda/para pelajar tentang pentingnya memelihara eksistensi jati diri bangsa. 5 Para pemuda hendaknya proaktif dalam memprogamkan upaya pembinaan terhadap generasi muda tentangpentingnya memelihara jati diri bangsa. 6 Setiap warga negara perlu menyadari akan pentingnya menjaga eksistensi jati diri bangsanya dengan selalu bersikap selektifdalam menerima pengaruh nilai-nilai global. b. Sikap kritis yang perlu di kembangkan Sikap kritis apa saja yang perlu dikembangkan untuk mengatasi memudarnya jati diri bangsa? Anda mungkin pernah bahkan sering mendengar istilah kritis Misalnya kita harus bersikap kritis dalam menghadapi kehidupan ini. Kritis berarti sikap yang tidak mudah menerima begitu saja sesuatu yang dikatakan oleh orang lain. Sikap kritisberarti perilaku yang selalu didasari oleh akal sehat. Pendapat atau tanggapan yang muncul dari orang yang kritis disebut kritik. Orang yang pekerjaannya mengkritik sesuatu hal atau pendapat pihak lain disebut kritikus. Orang yang kritis tidak akan menerima begitu saja pengaruh perubahan sosial yang perubahan yang terjadi akan selalu dipikirkannya . Apakah perubahan itu menguntungkan atau merugikan masyarakat ?Hal ini bukan berarti orang yang kritis menutup diri terhadap perubahan. Namun ia berusaha menganalisis perubahan apa saja yang mendatangkan manfaat bagi diri dan perubahan itu memberikan pengaruh negatif terhadap diri dan masyarakatnya maka ia segera menolak dengan contoh,anting merupakan perhiasan yang lazim dipakai oleh seorang akibat pengaruh budaya global,Banyak remaja pria yang memakai anting di telinga dan yang kritis tentu saja akan menilai perubahan perilaku memakai anting itu berpengaruh terhadap penampilannya atau tidak. Setelah mengamati bahwa memakai anting-anting hanya memberi kesan seram dan premanisme tanpa ada pengaruh positif,maka ia akan mengutuskan untuk tidak mengikuti perubahan gaya penampilan tersebut . Dalam lingkup yang lebih besar sikap kritis dapat ditunjukkan dengan cara memberi opini atau kritik terhadap kebijakan pemerintah atau tokoh masyarakat yang berkuasa .Misalnya,pemerintah membuat kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak BBM sebesar 100%.Hal itu berarti akan berpengaruh terhadap kenaikkan barang kebutuhan pokok shari-hari. Anggota masyarakat yang kritis tentu saja akan menolak atau meminta penjelasan terhadap pemerintah,mengapa harga BBM dinaikkan sebesar itu ? Kemampuan untuk bersikap kritis akan menghindarkan seseorang atau kelompok masyarakat dari pengaruh buruk perubahan sosial budaya yang terjadi .Sikap kritis akan mendorong terbentuknya perilaku yang mandiri dan intelek pada seseorang. Dengan,demikian ia tidak akan mudah dipengaruhi oleh orang lain. 1 Sikap kritis dalam mengatasi mundurnya jati diri bangsa dapat dilakukan sebagai berikut. 1 Menyadari secara kritis bahwa kita merupakan bagian dari masyarakat Indonesia yang berBhineka Tunggal Ika. 2 Menyadari secara kritis bahwa kehidupan masyarakat Indonesia sangat beranekaragam dalam suku bangsa dan budaya. 3 Menyadari bahwa kebudayaan itu cenderung berubah dan bertahan sejalan dengan perubahan yang terjadi dalam masyarakat. 4 Bersikap kritis,rasional,dan selektif terhadap pengaruh masuknya unsurunsur budaya global. 5 Bersikap kritis,rasional,dan selektif terhadap permasalahan yang timbul akibat perubahan sosial. 6 Ikut secara aktif dan kreatif dalam mengatasi persoalan sosial yang timbul akibat pengaruh perubahan sosial. c. positif yang perlu dikembangkanterbuka 1 Sikap terbuka Sebagai bangsa yang kritis,kita harus bersikap terbuka,terhadap perubahan yang semua pengaruh budaya global bersifat negatif tetapi banyak pula positifnya .Pengaruh perubahan positif kita dukung ,tetapi pengaruh negatifnya kita hindari .Oleh karena itu kita jangan bersikap apriori atau menaruh prasangka buruk terhadap hal-hal yang baru .Sikap terbuka ini diperlukan karena masuknya pengaruh budaya global sudah tidak dapat dihindari lagi. 1 Sikap antisipatif Perilaku kritis lainnya yang perlu kita kembangkan ialah sikap kita harus selalu tanggap dan peka terhadap perubahan yang terjadi. Kita harus mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi. Misalnya,pengaruh besar,cepat,dan gelombang terus-menerus budaya harus global diantisipasi yang dampak demikian positif dan negatifnya. Sifat antisipasi dapat dimulai dengan mengamati dan meneliti pengaruh perubahan yang terjadi. Hasil pengkajian ini kemudian di jadikan sebagai acuan atau pedoman dalam menentukan acuan atau pedoman. 2 Sikap selektif Sikap kritis lainnya yaitukita harus bersikap selektif dalam menerima pengaruh perubahan sosial. Sikap selektif in maksudnya memilih mana pengaruh yang baik danmana yang tidak baik. Untuk di seleksi artinya memilih pengaruh perubahan manakah yang paling meberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Pengaruh positif yang memberikan manfaat diambil,Sedangkan pengaruh negatif yang tidak memberikan manfaat dibuang jauh-jauh. Sebagai contoh, gaya berbusana yang rapih dan etos kerja yang tinggi dan trampil yang ditampilkan oleh asyarakat barat,perlu ditiru. Sebaliknya,kebiasaan mabuk atau minuman keras atau budaya seks bebasyang berasal daribudaya global jangan ditiru karena bertentangan dengan kepribadian bangsa Indonesia. 3 Sikap adaptif Sikap kritis lainnya dalam menghadapi perubahan sosial ialah bersikap adaptif. Sikap adaptif artinya sifat yang berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Proses seleksi memberikan keputusan apakah seseorang menerima atau menolak suatu pengaruh perubahan sosial. Apabila seseorang telah memutuskan untuk menerima pengaruh positif maka ia harus bersikap adaptif terhadap hal-hal baru tersebut, Misalnya ketika kita menerima masuknya teknologi komputer karena banyak manfaatnya maka kita harus berusaha mempelajari dan menguasai teknologi dan komunikasi tersebut secara baik. d. sikap negatif yang perlu dihindari 1 sikap tertutup dan curiga Sikap tertutup dan curiga pada masryarakat tradisional sering kali menghambat perubahan sosial . pada era global sekarang ini, sikap yang demikian harus sudah ditinggalkan . sebab sekarang ini proses perubahan tidak dapat dihindari lagi . apabila kita selalu bersikap tertututp dan curiga ,maka proses pembaharuan masyarakat tidak akan berjalan dengan lancar . pada masyarakat tertutup perubahan sosial dianggap sebagai sesuatu yang merusak integritas kebudayaannya . sebagian masyarakat masih menganggap bahwa unsur – unsur budaya global selalu negatif .oleh karena itu masyarakat akan menentang setiap usaha – usaha pembaharuan . sikap tertutup dan curiga merupakan salah satu ciri masyarakat pedesaan yang tradisional . apabila pembaharuan dipaksakan , maka akan terjadi pertentanga sosial . 2 sikap apatis Perilaku negatif lainnya yang harus didhindari dalam menghadapi perubahan sosial ialah sikap apatis . sikap apatis artinya sikap yang acuh tak acuh terhadap persoalan yang terjadi di dalam masyarakat yang kecewa . sebagai cintoh kelompok masyarakat yang kecewa terhadap pemerintah yang berkuasa akan melakukan aksi tertutup mata tertutup terhadap seluruh kebijakan pemerintah . segala perubahan yang dilakukan pemerintah tidak akan bermakna apa- apa dimata karena itu , mereka tidak menentukan sikap apa –apa menerima atau menolak terhadap pengaruh perubahan yang terjadi .pada masyarakat seperti itu ,proses perubahan sosial akan terhambat . 3 sikap tidak selektif Sikap tidak selektif adalah sikap tidak mampu memilah –milah dampak pengaruh perubahan sosial . pada orang – orang yang tidak bersikap selektif pengaruh apapun akan diterimanya tanpa diseleksi terlebih dahulu . sebagai akibatnya, mereka mudah sekali terbawa arus perubahan yang bersifat negatif . dalam berteman pun , kita harus selektif agar tidak terpengaruh oleh pergaulan bebas . para remaja umumnya bersikap tidak selektif dallam menerima pengaruh budaya global . 4 tidak mempunyai inisiatif Tidak mempunyai inisiatif berati tidak memiliki ide , gagasan atau prakarsa untuk berbuat sesuatu . segala sesuatunya ditentukan oleh orang lain . dalam menghadapi pengaruh perubahan sosial , orang yang tidak memiliki inisuati akan mudah diombang – ambing oleh pengaruh perubahan . misalnya perubahan gaya rambut dari waktu ke waktu selalu diikutu walaupun beldak memiliki ini tentu cocock untuk dirinya . sikap tidak inisiatif akan merugikan diri sendiri dan masyarakat nya . pada era global sekarang ini , sangat dibutuhkanorang – orang yang memiliki sikap ,kreatif dan inisiatif . B . MENJAGA DAN MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL Bagaimanakah sikap kita terhadap budaya lokal ? budaya lokal memiliki peran dan kedudukan oenting karena merupakan unsun- unsur pembentuk budaya nasional . karena itu kita melestarikan budaya lokal agat tidak punah . 1. Pentingnua menjaga dan memelihara budaya lokal perlu menjaga dan Sebelum melakukan tindakan pemeliharaan budaya lokal , yang utama ialah adanya kemauan untuk memlihara budaya lokal itu sendiri . adanya kemauan yang keras akan memberi semangat untuk mencari cara . pemeliharaan budaya lokal dapat dilakukan dengan berbagai cara , seperti melalui kongres bahasa daerah dan pergelaran seni budaya daerah . dengan mengambil analoogi pada kongres bahasa bali dan kongres bahasa jawa bahwa penyelamatan ,pemeliharaan dan penghormatan bahasa – bahas adaerah , terlebih dahulu pemilik dan penutur asli bahasa daerah itu sendiri a. b. c. d. perlu dibuar sadar bahwa bahasa daerah itu berfungsi sebagai Lambang kebanggan daerah dan masyarakat penuturnya Lambang identitas daerah dan masyarakat penuturnya Alat penghubung di dalam keluarga dan masyarakat Sarana pendukung budaya daerah dan budaya nasional Apabila pamilik dan penuturnya asli bahasa daerah menyadari bahwa begitu besar dan pentingnya fungsi bahasa daerah , perlu diupayakan peningkatan mutu pemakaian bahasa daerah , mancakup nupaya menungkatkan sikap , pengetahuan , dan keterampilan berbahasa daerah melalui jalur formal pendidikan dan pengajaran dusekolah dan jalur informal dengan memfungsikan bahasa daerah dalam kehidupan masyarakat seharihari . pembinaan sastra juga perlu di dahului dengan penanaman kesadaran kepada seluruh seluruh rakyat indonesia dan pemilik sastra daerah bahwa sastra daerah merupaka bukti suatu historis masyarakat daerah . sastra daerah sebagai salah satu bagian dari sastra indonesia berkedududkan sebagai wahana ekspresi budaya indonesia , yang didalamnya terekam pengalaman etika , estetika , moral , agama , dan sosial masyarakat daerah . dalam kedudukan sebagai wahana ekspresi budaya , sastra daerah memiliki fungsi sebagai perekam kebudayaan daerah dan pamaliharaan , pemupuk , dan penumbuh solidarits daerah. Apabila kesadaran terhada pentingnya sastra daerah timbul maka , pembinaan yang perlu dilakukan ialah peningkatan mutu apresiasi sastra daerah . upaya peningkatan ini dapat dilakukan melalui pendidikan , pengajaran , pemesyarakatan dan pemberdayaan sastra daerah , yaitu a. mengadakan pendididikan dan pengajaran bahasa dan sastra daerah tersendiri sebagai mata pelajaran dalam kurikulum bukan merupakan bagian kecil dari pendidikan dan pengajaran bahasa daerah . b. mangadakan guru – guru bahasa dan satra daerah yang bermutu c. atmosfer yang kondusif untuk mendukung penciptaan karya sastra yang bermutu d. memanfaatkan tokoh – tokoh sastra daerah yang masih kreatif dan produktif e. memberikan penghargaan yang wajar kepada sastrwan daerah dan mengadakan penerjemahan karya sastra daerah yang memiliki nilai universal dengan demikian ,penegmbangan bahasa dan sastra daerah merupaka upaya untuk maningkatkan mutu sastra daerah yang di dalamnya meliputi di alek dan tradisi lisan agarsastra daerah itu dapat dimanfaatkan sebagai media ekspresi pencarian dan pencerminan jati diri dalam membangun masyarkat daerah yang merupakan bagian dari masyarakat indonesia . kegiatan pengembangan meliiputi pengembangan penelitian dan penulisan . 2. manfaat menjaga dan melestarikan budaya lokal pemahaman identitas jati diri suatu bangsa dapat dilakukan secara mendalam berdasarkan perspektif bangsa itu sendiri . demikian pula halnya dengan pemahaman budaya lokal . pemahaman budaya lokal dapat dicapai kedalamannya apabila kit mampu melihatnya dari perspektif budaya likal itu sendiri. Dengan mengingatkan definisi budaya sebagai pola keyakinannya ,sikap , dan perilaku yang dipelajari oleh suatu bangsa kemudian diwariskan kepada generasi berikutnnya , maka keyakinan ,sikap dan perilaku seuatu etinis hendaknya dinyatakan dalam bahsa dan sastra daerah serta dipergunakan dalam interaksi antar anggota etnis itu sendiri banyak ungkapan yang mencerminkan keyakinan, sikap ,san perilaku suku –sukubudaya kita yang tidak dapat dinyattakan dalam bahasa indonesia tau bahasa asing . selain itu ,hasil pengalaman hidup dan pemikirann yang sudah berlangsung ber abad – abad , misalnya dalm hal seni dan budaya. Sikap Toleransi Dan Empati Terhadap Keberagaman Budaya Sikap Toleransi Dan Empati Terhadap Keberagaman Budaya Sikap toleransi berarti sikap yang rela menerima dan menghargai perbedaan dengan prang atau kelompok lain. Empati adalah sikap yang secara ikhlas mau merasakan pikiran dan perasaan orang lain. Sikap tolerans dan empati ini sangat penting ditumbuhkembangkan dalam kehidupanmasyarakat Indonesia multicultural. Dengan pengembangan sikap toleransi dan empati sosial, maka masalah-masalah yang beraitan dengan keberagaman sosial budya akan dapat dikendalikan, sehingga tidak mengarah pada pertentangan sosial yang dapat mengancam diisintegrasi nasional. Semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sejak zaman Kerajaan Majapahit telah terpelihara cukup baik. Oleh karena itu, sikap toleransi tidak boleh pudar hanya karena perbedaan suku bangsa, ras, bahasa, agama, adat istiadat atau golongan politik. Sebab bangsa yang berBhinneka Tunggal Ika, kita tidak layak bersikap sukuisme, realism, chauvisme, primadialisme, atau anarkisme dalam kehidupan masyarakat. Sebab sikap dan perilaku seperti itu bertentangan dengan nilai-nilai luhur budaya dan jati diri bangsa Indonesia yang bersifat kekluargaan, ramah tamah, tolong menolong dan sebagainya. Oleh karena itu, kita harus menempatkan diri sebagai warga masyarakat yang merupakan bagian utuh dari bangsa Indonesia. Untuk itu, perlu dikembangkan sikap dan perilaku yang dilandasi oleh sikap demokratis, toleransi, empati, solidaritas, tolong menolong, dan kekeluargaan. Dengan demikian, kita akan dapat memlihara dan mewujudkan kehidupan masyarakat yang dilandasi oleh nilainilai budaya nasional. Sebagai makhluk Individu, manusia memiliki hak dan kewajiban asasi untuk mengembangkan kehidupannya secara mandiri sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Namun, manusia tidak dapat hidup secara sendiri-sendiri, melainkan memerlukan bantuan manusia lainnya. Keberadaan manusia hanya bermakna bila mampu hidup secara kolektif dalam persekutuan dengan individu-individu lain dimasyarakat. Adapun cara untuk menerima dan menghargai orang lain atau suku bangsa lain yang berbeda latar belakang budaya dapat dilakukan sebagai berikut a. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai dari bangsa Indonesia. b. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial ciptaan Tuhan Yang Maha Esa c. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai manusia yang memiliki kelebihan dan keterbatasan dalam hal-hal tertentu. d. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai manusia yang memiliki persamaan kedudikan, harkat, martabat, dan derajat, serta hak dan kewajiban asasi. e. Kita perlu menerima dan menghargai oranglain/suku bangsa lain sebagai pemilihan dan penghuni tanah air Indonesia ciptaan Tuhan Yang Maha Rsa f. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai manusia yang memiliki latar belakang sosial budaya yang berbeda-beda dalam ras, suku bangsa, bahasa, adatistiadat, profesi, golongan politik dan sebagainya g. Menerima suku-suku bangsa lain dalam pergaulan sehari-hari. Dalam pergaulan di masyarakat, kita tidak hanya bertemu orang satu suku bangsa. Apalagi kalau kita tinggal di kota. Orang-orang dari suku lain harus kita terima. Mereka adalah saudara kita satu bangsa. h. Menambah pengetahuan kita tentang suku-suku lain. Mempelajari suku bangsa lain tidak harus datang ke daerah tempat tinggal mereka. Kita bisa belajar tentang adat istiadat, kesenian, dan bahasa mereka. Dengan mengenal lebih dalam suku-suku lain, ki-ta akan memahami adat istiadatnya. Dengan demikian kita tidak akan mudah curiga Ini adalah cara lain yang bisa kita lakukan juga untuk menunjukan sikap toleransi kita terhadap keragaman budaya di Indonesia 1. Menghormati kelompok lain yang menjalankan kebiasaan dan adat istiadatnya. 2. Tidak menghina hasil kebudayaan suku bangsa lain. 3. Mau menonton seni pertunjukan tradisional. 4. Mau belajar dan mengembangkan berbagai jenis seni tradisional seperti seni tari, seni musik, dan seni pertunjukan. 5. Bangga dengan hasil kebudayaan dalam negeri. KONSEP, PENDEKATAN, PRINSIP, DAN ASPEK GEOGRAFI Konsep geografi 1. Lokasi, adalah konsep utama yang akan digunakan untuk mengetahui fenomena geosfer. Konsep lokasi dibagi atas a. Lokasi Absolut, lokasi menurut letak lintang dan bujur bersifat tetap. b. Lokasi Relatif, lokasi yang tergantung pengaruh daerah sekitarnya dan sifatnya berubah. 2. Jarak, yaitu panjang antara dua tempat. Terdiri antara atas a. Jarak Mutlak, satuan panjang yang diukur dengan kilometer. b. Jarak Relatif, jarak tempuh yang menggunakan satuan waktu 3. Keterjangkauan, menyangkut ketercapaian untuk menjangkau suatu tempat, sarana apa yang digunakan, atau alat komunikasi apa yang digunakan dan sebagainya. 4. Pola, berupa gambar atau fenomena geosfer seperti pola aliran sungai, pola pemukiman, lipatan patahan dan lain-lain. 5. Morfologi, menunjukkan bentuk muka bumi sebagai hasil tenaga endogen dan eksogen yang membentuk dataran rendah, dataran tinggi dan pegunungan. 6. Aglomerasi, pengelompokan fenomena di suatu kawasan dengan latar belakang adanya unsurunsur yang lebih memberi dampak positif. 7. Nilai Kegunaan, manfaat yang diberikan oleh suatu wilayah di muka bumi pada makhluk hidup, tidak akan sama pada semua orang. 8. Interaksi Interdependensi, keterkaitan ruang antara satu dengan yang lain, misalnya interaksi antara desa dengan kota. 9. Diferensiasi Area, daerah-daerah yan terdapat di muka bumi berbeda satu sama lain. Dapat dicermati dari corak yang dimiliki oleh suatu wilayah dengan wilayah yang lainnya. 10. Keterkaitan keruangan, hubungan antara penyebaran suatu unsur dengan unsur yang lain pada suatu tempat. Pendekatan geografi 1. Pendekatan KeruanganPendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. Eksisitensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur spatial structure, pola spatial pattern, dan proses spatial processess Yunus, 1997. Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakan strutkur, pola dan proses. Struktur keruangan berkenaan dengan dengan elemen-elemen penbentuk ruang. Elemen-elemen tersebut dapat disimbulkan dalam tiga bentuk utama, yaitu 1 kenampakan titik point features, 2 kenampakan garis line features, dan 3 kenampakan bidang areal features. Kerangka kerja analisis pendekatan keruangan bertitik tolak pada permasalahan susunan elemenelemen pembentuk ruang. Dalam analisis itu dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut. 1. What? Struktur ruang apa itu? 2. Where? Dimana struktur ruang tersebut berada? 3. When? Kapan struktur ruang tersebut terbentuk seperti itu? 4. Why? Mengapa struktur ruang terbentuk seperti itu? 5. How? Bagaimana proses terbentukknya struktur seperti itu? 6. Who suffers what dan who benefits what? Bagaimana struktur Keruangan tersebut didayagunakan sedemikian rupa untuk kepentingan manusia. Dampak positif dan negatif dari keberadaan ruang seperti itu selalu dikaitkan dengan kepentingan manusia pada saat ini dan akan datang. makalah kelompok 1 xa 2. Pendekatan kelingkunganPendekatan ekologi/lingkungan merupakan pendekatan berdasarkan interaksi yang terjadi pada ekologi dalam geografi berkenaan dengan hubungan kehidupan manusia dengan lingkungan tersebut membentuk sistem keruangan yang dikenal dengan satu teori dalam pendekatan atau analisi ekologi adalah teori tentang berkenaan dengan interelasi antara kehidupan manusia dan faktor fisik yang membentuk sistem keruangan yang menghubungkan suatu region dengan region ekologi, khususnya ekologi manusia berkenaan dengan interelasi antara manusia dan lingkungan yang membentuk sistem ekologi atau ekosistem. Dalam analisis ekologi, kita mencoba menelaah interaksi antara manusia dengan ketiga lingkungan tersebut pada suatu wilayah atau ruang geografi lingkungan, pendekatan kelingkungan memiliki peranan penting untuk memahami fenomena geofer. Dalam pendekatan ini penekanannya bukan lagi pada eksistensi ruang, namun pada keterkaitan antara fenomena geosfera tertentu dengan varaibel lingkungan yang ada. Dalam pendekatan kelingkungan, kerangka analisisnya tidak mengkaitkan hubungan antara makluk hidup dengan lingkungan alam saja, tetapi harus pula dikaitkan dengan 1 fenomena yang didalamnya terliput fenomena alam beserta relik fisik tindakan manusia. 2 perilaku manusia yang meliputi perkembangan ide-ide dan nilai-nilai geografis serta kesadaran akan lingkungan. Dalam sistematika Kirk ditunjukkan ruang lingkup lingkungan geografi sebagai berikut. Lingkungan geografi memiliki dua aspek, yaitu lingkungan perilaku behavior environment dan lingkungan fenomena phenomena environment. Lingkungan perilaku mencakup dua aspek, yaitu pengembangan nilai dan gagasan, dan kesadaran lingkungan. Ada dua aspek penting dalam pengembangan nilai dan gagasan geografi, yaitu lingkungan budaya gagasan-gagasan geografi, dan proses sosial ekonomi dan perubahan nilai-nilai lingkungan. Dalam kesadaran lingkungan yang penting adalah perubahan pengetahuan lingkungan alam manusianya. Lingkungan fenomena mencakup dua aspek, yaitu relik fisik tindakan manusia dan fenomena alam. Relic fisik tindakan manusia mencakup penempatan urutan lingkungan dan manusia sebagai agen perubahan lingkungan. Fenomena lingkungan mencakup produk dan proses organik termasuk penduduk dan produk dan proses anorganik. Studi mandalam mengenai interelasi antara fenomena-fenomena geosfer tertentu pada wilayah formal dengan variabel kelingkungan inilah yang kemudian diangap sebagai ciri khas pada pendekatan kelingkungan. Keenam pertanyaan geografi tersebut selalu menyertai setiap bentuk analisis geografi. Sistematika tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Kerangka umum analisis pendekatan kelingkungan dapat dicontohkan sebagai berikut. Masalah yang terjadi adalah banjir dan tanah longsor di Ngroto Pujon Malang. Untuk mempelajari banjir dengan pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tindakan sebagai berikut. 1 mengidentifikasi kondisi fisik di lokasi tempat terjadinya banjir dan tanah longsor. Dalam identifikasi itu juga perlu dilakukan secara mendalam, termasuk mengidentifikasi jenis tanah, tropografi, tumbuhan, dan hewan yang hidup di lokasi itu. 2 mengidentifikasi gagasan, sikap dan perilaku masyarakat setempat dalam mengelola alam di lokasi tersebut. 3 mengidentifikasi sistem budidaya yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup cara bertanam, irigasi, dan sebagainya. 4 menganalisis hubungan antara sistem budidaya dengan hasil dan dampak yang ditimbulkan. 5 mencari alternatif pemecahan atas permasalahan yang terjadi. makalah kelompok 2 XG 3. Pendekatan Kewilayahan dalam pendekatan kewilayahan, yang dikaji tentang penyebaran fenomena, gaya dan masalah dalam keruangan, interaksi antara variabel manusia dan variabel fisik lingkungannya yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lainnya. pendekatan ini merupakan pendekatan keruangan dan lingkungan, maka kajiannya adalah perpaduan antara keduanya. kesimpulannya pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kewilayahana dalam kerjanya merupakan satu kesatuan yang utuh. pendekatan yang terpadu inilah yang disebut pendekatan geografi. jadi fenomena, gejala, dan masalah ditinjau penyebaran keruangannya, keterkaitan antara berbagai unit ekosistem dalam ruang. penerapan pendekatan geografi terhadap gejala dan permasalahan dapat menghasilkan berbagai alternatif- alternatif pemecahan masalah. Prinsip geografi Terdapat empat prinsip geografi yang kita kenal yaitu1. Prinsip Penyebaran/ spreading Principle prinsip penyebaran dapat digunakan untuk menggambarkan gejala dan fakta geografi dalam peta serta mengungkapkan hubungan antara gejala geografi yang satu dengan yang lain. hal tersebut disebabkan penyebaran gejala dan fakta geografi tidak merata antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain. 2. prinsip interrelasi/ interrelationship principle prinsip interrelasi digunakan untuk menganalisis hubungan antara gejala fisik dan non fisik. prinsip tersebut dapat mengungkapkan gejala atau fakta Geografi di suatu wilayah tertentu. 3. prinsip deskripsi/ Descriptive Principle prinsip deskripsi dalam geografi digunakan untuk memberikan gambaran lebih jauh tentang gejala dan masalah geografi yang dianalisis. prinsip ini tidak hanya menampilkan deskripsi dalam bentuk peta, tetapi juga dalam bentuk diagram, grafik maupun tabel. 4. prinsip korologi/ Chorological principle ini disebut juga prinsip keruangan. dengan prinsip ini dapat dianalisis gejala, fakta, dan masalah geografi ditinjau dari penyebaran, interrelasi, dan interaksinya dalam ruang. Aspek geografi 1. Aspek Fisikal Aspek fisikal geografi meliputi a. Aspek Topologi Membahas hal-hal yang berkenaan dengan letak atau lokasi suatu wilayah, bentuk muka buminya, luas area dan batas-batas wilayah yang mempunyai ciri-ciri khas tertentu. b. Aspek Biotik Membahas karakter fisik dari manusia, hewan dan tumbuhan c. Aspek Non Biotik Membahas tentang tanah, air dan atmosfer termasuk iklim dan cuaca 2. Aspek NonFisik Aspek ini menitikberatkan pada kajian manusia dari segi karakteristik perilakunya. Pada aspek ini manusia dipandang sebagai fokus utama dari kajian geografi dengan memperhatikan pola penyebaran manusia dalam ruang dan kaitan perilaku manusia dengan lingkungannya. Beberapa kajian pada aspek ini antara lain a. Aspek Sosial Membahas tentang adat, tradisi, kelompok masyarakat dan lembaga sosial. b. Aspek Ekonomi Membahas tentang industri, perdagangan, pertanian, transportasi, pasar dan sebagainya c. Aspek Budaya Membahas tentang Pendidikan, agama, bahasa, kesenian dan lain-lain. d. Aspek Politik Misalnya membahad tantang kepartaian dan pemerintahan. KONSEP, PENDEKATAN, PRINSIP, DAN ASPEK GEOGRAFI A. Ruang lingkup geograf 1. Pengertian geograf Istilh geograf berasal dari bahasa yunani geo berarti bumi dan graphein berarti tulisan. Secar harfah geograf beraarti tulisan tentang bumi. Geograf dapat di defnisikan sebgai ilmu yang mempelajariatau mengkaji segala sesuatu yang ada di permukaan bumi, seperti penduduk, flora, fauna, iklim, udara, dan segala interaksinya. 2. Ruang lingkup dan ilmu penunjang geograf a. Ruang lingkup geograf Secara garis besar, seluruh kajian objek geograf dapat di bedakan atas dua aspek utama, yaitu aspek fsik dan aspek sosial. Aspek fsik meliputi aspek kimiawi, biologis, astronomis, dan sebagainya. Interaksi eograf dengan ilmi-ilmu lain melahirkan disiplin ilmu baru, contoh disiplin limu baru hasil interaksi ilmu geograf dengan ilmu-ilmu lain adalah sebagai berikut 1. Interaksi antara geograf dan biologi melahirkan biogeograf 2. Interaksi antara geograf dan antropologi melahirkan antropogeograf atau etnogeograf 3. Interaksi antara geograf dan matematika melahirkan geograf-matematik. Berdasarkan teori lingkungan hidup, permukaan bumi dapat di kelompokkan menjadi tiga bagian 1. Lingkungan fsik yaitu segala sesuat di sekitar manusia yang berupa benda tak hidup, contoh, tanah, udara, air, dan sinar matahari 2. Lingkungan biologis yaitu segala sesuatu di sekitar manusia berupa makhluk hidup, contoh, binatang, tumbuhan, dan manusi itu sendiri 3. Lingkunagan sosial yaitu segala sesuatu di sekitar manusia yang berwujud tindakan atau aktivitas manusia, baik dalam hubungannya dengan alam maupun interaksi antar manusia. b. Ilmu penunjang geograf Berikut adalah beberapa disiplin ilmu yang sangat erat kaitannya dengan geograf 1. Geologi yaitu ilmu yang mempelajari secara keseluruhan kejadian, struktur, komposisi, sejarah, dan proses pengembangannya 2. Geofsika yaitu ilmu yang mengkaji sifat-sift bagian dalam bumi dengan metode teknik fsika, seperti mengukur gempa bumi, graftasi, dan medan magnet bumi 3. Meteorologi yaitu ilmu yang mempelajari fenomena-fenomena atmosfer seperti, udara, cuaca, suhu, angin. 4. Astronomi yaitu ilmu yang mempelajari benda-benda langit atau di luar atmosfer bumi, seperti, matahari, bulan, planet, dll. 5. Biogeograf yaitu studi tentang persebaran makhluk hidup di permukaan bumi. 6. Geomorfologi yaitu studi tentang bentuk-bentuk muka bumi dan proses yang menghasilkan bentukbentuk tersebut 7. Hidrograf yaitu ilmu yang berhubungan dengan pencatatan, survei, serta pemetaan wilayah perairan seperti laut, danau, dan sungai 8. Oseanograf yaitu ilmu yang mempelajari lautan seperti sifat air laut, pasang – surut, arus, dan kedalaman 9. Paleontologi yaitu ilmu yang mengkaji tentang fosil-fosil serta bentuki – bentuk kehidupan di masa purba prasejarah yang terdapat di bawah lapisan bumi 10. Antropogeograf yaitu cabang geograf yang mempelajari penyebaran bangsa- bangsa di muka bumi di lihat dari sudut gegraf, ilmu ini di sebut juga etnograf 11. Geograf – matematik yaitu ilmu geograf yng berkenaan dengan bentuk ukuran, serta gerakan bumi lintang bujur, meridian, paralel, dan luas pemulaan bumi kadang – kadang di sebut juga geograf teknik 12. Geograf – sejarah yaitu cabang geograf bumi yang mempelajari bumi dari sudut sejarah dan perkembangannya B. Objek studi geograf 1. a. b. c. d. Objek studi geograf Permukaan bumi dan segenap proses yang berlansung di atasnya Pengorganisasian wilayah dan ruang di muka bumi Tafsiran bentang alam dan bentang sosial, termaksud budaya perkotaan dan pedesaan Hubungan manusai dengan lingkungan yang berbed-beda, baik yang merupakan hasil budaya maupun ekonomi Interaksi manusia denngan proses – proses di permukaan bumi. Fungsi pelajaran geograf Mengembangkan pengetahuan tentang pol – pola keruangan dan proses yang berkaitan Mengembangkan keterampilan dasar dalam memperoleh data dan informasi, mengomunokassikan, dan menerapkan pengetahuan geograf Menumbuhkan sikap, kesadaraan, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup, suber daya serta toleransi terhadap keragaman sosial budaya masyarakat. e. 2. a. b. c. 3. Tujuan pembelajaran geograf Tuan pembelajaran gegraf meliputi 3 aspek pengetahuan, keterampilan , dan sikap yaitu, pengetahuan, keterampilan dan sikap a. Aspek pengetahuan i. Mengembangkan konsep dasar geograf yang berkaitan dengan pola keruangan dan proses – prosesnya ii. Mengembangkan pengetahuan tentang sumbaer daya alam, peluang, dan keterbatasan pengetahuan iii. Mengembangkan konsep geograf yang berhubungan dengan lingkungan sekitar, wilayah negara, dan dunia. b. Aspek keterampilan i. Mengembangkan keterampilan mengamati lingkungan fsik, lingkungan sosial, dan lingkungaan buatan ii. Mengembangkan keterampilan mengumpulkan dan mencatat informasi yang bekaitan dengan aspek – aspek keruangan iii. Mengembangkan keterampilan analisis dan sintesis terhadap kecenderungan, dan hasil interaksi berbagai gejala geograf c. Aspek sikap i. Menumbuhkan kesadaran terhadap perubahan fenomena geograf yang terjadi di lingkungan sekitar ii. Mengembangkan sikap melindungi dan bertanggung jawab terhadap lingkunga hidup iii. Mengembangkan kepekaan terhadap permasalahan pemanfaatan sumber daya iv. Mengembangkan sikap toleranssi terhadap perbedaan sosial dan budaya v. Mewujudkan rasa cinta tanah air dan persatuan bangsa C. Konsep geograf 1. Penghargaan budaya terhadap bumi Lingkungan alam sebetulnya bukan suatu kombinasi unsur alam yang menuntut adap tasi masyarakat secara ketat dari masa ke masa. Kenyataannya, masyarakat dari waktu ke waktu menafsirkan loingkungan alam dengan sesuai pandangan hidup mereka. Misalnya, pandangan religius sebagian masyarakat suku jawa terhadap pesisir pulau jawa dan hutan donoloyo di wonogiri, jawa tengah, yang di keramatkan di masa lalu. 2. Konsep regional atau wilayah Suatu wilayah di pandang memiliki homogenitas dalam hal bentuk bentang alam dan corak kehidupan mata pencarian dan mentallitas penduduk. Misalnya, daerah wonosiri, provinsi daerah istimewa yogyakarta, merupakan daerah kapur karst. 3. Interelasi wilayah Hubungan antar unsur alam menghasilkan suatu proses yang memberi ciri kusus pada wilayah tersebut. Misalnya, kombinasi yang menguntungkn antara curah hujan, suhu, vegetasi, jenis tanah, dan tofograf di nusa tenggara timur menjadikan wilayah ini sebagai penghasil sapi. 4. Lokalisasi Lokalisasi adalah pemusatan kegiatan pada sutu wilayah yang terbatas. Pemusatan ini dapat mnambah fungsi wilayah. Misalnya, surabaya menjadi kota pelabuhan dan lokasi industri perkapalan. 5. Interaksi keruangan Kekususan suatau wilayah dapat mendorong suatu kerja sama dan pertukaran jasa dengan wilayah lain. Perbedaan wilayah mendorong interaksi berupa perpindahan manusia migrasi, perdagangan, dan kebudayaan. 6. Skala wilayah Studi geografs dapat berupa mikro. Artinya studi pada wilayah sempit namun kesimpulannya daat di generalisibagi wilayah yang lebih luas. 7. Konsep perubahan Geograf mempelajari perubahan pada suatu wilayah, yang berlaku pada saat ini atau masa mendatang. Ada perubahan yang berjangka pendek dan ada perubahan yang berjangka panjang. Perubahan iklim merupakan contoh perubahan yang berjangka panjang, sedangkan perubahan cuaca dan musim merupakan contoh jangka pendek. Berdasrkan tujuh konsep tersebut seorang ahli geograf akan bekerj pada permukaan bumi. Pokok – pokok lain yang perlu di pahami oleh ahli geograf adalah sebagai berikut 1. Persebaran gejala – gejala yang ada di permukaan bumi 2. Hubungan antar gejala yangt satu dengan gejala yang lain di tempat atau wilayah yang sama 3. Hubungan antar gejala yang satu dengan gejala yang lain di tempat atau wilayah yang berbeda 4. Efek dari satu atau lebih dari gejala yang ada 5. Berfariasinya gejala dari suatu tempat ke tempat yang lain 6. Penyebab suatu gejala yang terjadi pada tempat – tempat tertentu 7. Pembauran gejala keruangan 8. Gerakan – gerakan gejala yang tertimbal balik 9. Penyebab gejala muncul tak teratur 10. Bentuk jarinagn aneka gejala 11. Kepadatan dan pengelompokan gejala 12. Lokasi dan lokalisasi gejala 13. Persebaran penduduk dan kegiatan penduduk di suatu tempat 14. Efek kegiatan di satu tempat ke tempat yang lain
Ramahidentik dengan orang yang pandai bergaul, dapat menjalin tali persaudaraan dengan orang lain dengan menunjukkan sikap-sikap sopan dan murah senyum. Ini adalah sikap mendasar sebagai salah satu wujud sikap penghormatan terhadap perbedaan yang ada. Contohnya adalah ketika anda bertemu dengan orang lain yang berbeda suku atau
ArticlePDF Available AbstractIndonesia termasuk negara yang memiliki keberagaman budaya, suku bangsa, agama, bahasa, dan ras. Keberagaman tersebut menjadi corak khas bagi, kekayaan dan identitas bangsa,. Realitas sejarah tak luput dari keadaan bangsa Indonesia sekarang, dimana perjuangan, rasa saling memiliki, sama rasa, dan tujuan untuk bersatu demi tercapainya tujuan bersama. Melahirkan masyarakat yang memiliki rasa persatuan dan kesatuan menjunjung tinggi kerukunan meskipun banyak perbedaan, menyatukan harapan demi tujuan bersama. hal-hal tersebut. Sikap menghargai sesama disertai rasa saling menghormati dan tidak menghakimi menjadi kunci atas cerminan toleransi. Sikap dan perilaku yang baik sebagaimana warga negara bisa saling menghargai, menerima perbedaan, dan keadaan sehingga dapat hidup berdampingan secara damai, rukun, dan bekerjasama dalam mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi baik di masa pandem. Sikap Toleransi dan empati membawa dampak positif bagi negeri tercinta ini, sebagai upaya mewujudkan warga negara yang baik. Saling menguatkan dan memupuk rasa persatuan dan kesatuan di masa pandemi sehingga dapat melewati keadaan ini dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. 85 Jurnal Kalacakra, Volume 1, Nomor 1 Jurnal Kalacakra Volume 02, Nomor 02, 2021, pp 85-90 ISSN p-ISSN 2723-7389 e-ISSN 2723-7397 e-mail jurnalkalacakra website PENTINGNYA SIKAP TOLERANSI DAN EMPATI DALAM MEWUJUDKAN WARGA NEGARA YANG BAIK GOOD CITIZENSHIP DI MASA PANDEMI Firda Aulia Izzati IAIN Pekalongan e-mail bufirdappkn92 Revised05 September 2021 Accepted06 September 2021 ABSTRAK Indonesia termasuk negara yang memiliki keberagaman budaya, suku bangsa, agama, bahasa, dan ras. Keberagaman tersebut menjadi corak khas bagi, kekayaan dan identitas bangsa,. Realitas sejarah tak luput dari keadaan bangsa Indonesia sekarang, dimana perjuangan, rasa saling memiliki, sama rasa, dan tujuan untuk bersatu demi tercapainya tujuan bersama. Melahirkan masyarakat yang memiliki rasa persatuan dan kesatuan menjunjung tinggi kerukunan meskipun banyak perbedaan, menyatukan harapan demi tujuan bersama. hal-hal tersebut. Sikap menghargai sesama disertai rasa saling menghormati dan tidak menghakimi menjadi kunci atas cerminan toleransi. Sikap dan perilaku yang baik sebagaimana warga negara bisa saling menghargai, menerima perbedaan, dan keadaan sehingga dapat hidup berdampingan secara damai, rukun, dan bekerjasama dalam mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi baik di masa pandem. Sikap Toleransi dan empati membawa dampak positif bagi negeri tercinta ini, sebagai upaya mewujudkan warga negara yang baik. Saling menguatkan dan memupuk rasa persatuan dan kesatuan di masa pandemi sehingga dapat melewati keadaan ini dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kata Kunci Toleransi; Empati; Warga Negara Baik ABSTRACTIndonesia is a country that has a diversity of cultures, ethnicities, religions, languages, and races. This diversity is a distinctive feature of the nation's wealth and identity. The historical reality cannot be separated from the current state of the Indonesian nation, where there is struggle, a sense of belonging, the same sense, and a goal to unite for the achievement of a common goal. To give birth to a society that has a sense of unity and integrity, upholds harmony despite many differences, unites hopes for a common goal. those things. Respect for others along with mutual respect and non-judgment is the key to reflecting tolerance. Good attitudes and behavior as citizens can respect each other, accept differences, and circumstances so that they can live side by side in peace, harmony, and work together in overcoming various problems that occur during the pandemic. The attitude of tolerance and empathy has a positive impact on this beloved country, as an effort to create good citizens. Strengthen each other and foster a sense of unity and integrity during the pandemic so that they can get through this situation well in the life of society, nation and state. Keywords Tolerance; Empathy; Good Citizen 86 Jurnal Kalacakra, Volume 2, Nomor 2, 2021 PENDAHULUAN Keberagaman Indonesia merupakan ciri khas bangsa yang menjadikan integrasi nasional. Masyarakat yang Multicultural di Indonesia dapat menjaga keharmonisan meskipun ditengah perbedaan suku, bangsa, ras, agama dan budaya, hal ini mencerminkan tingginya sikap toleransi yang dimiliki, rasa kesatuan dan persatuan selalu didengungkan sejak dini membentuk generasi penerus merasa saling memiliki satu sama lain. Tantangan dimasa sekarang sangatlah beragam pula, semakin maju teknologi, pengetahuan dan komunikasi harus dibarengi dengan sikap toleransi dan empati yang tinggi. Rasa saling memiliki satu sama lain, senasib seperjuangan dan nilai-nilai moral yang diwariskan oleh pejuang bangsa harus tetap berkobar dalam diri setiap warga negara. Diharapkan keberagaman budaya bukan menjadi alat pemecah bangsa yang sudah menyatu, karena tanpa disadari ada pihak-pihak yang tentunya memanfaatkan keberagaman yang bangsa ini miliki. Hal tersebut harus disadari oleh masyarakat Indonesia, keanegaragaman harus dijadikan kekuatan bukan menjadi kelemahan. Karena perbedaan dalam persatuan bangsa yang semakin kokoh harus dilandasi oleh sikap toleransi dan empati. Pandemi Covid-19 menjadi perhatian dan realitas diseluruh penjuru dunia terutama di Indonesia. Hal ini menjadi tantangan besar bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi perubahan hidup dan kebiasaan yang signifikan yaitu dengan menerapkan protoler kesehatan. Kebiasaan baru ini tentunya sangat berpengaruh terhadap perubahan disegala aspek kehidupan, ekonomi, sosisal dan budaya. Sikap Toleransi dan empati menjadi bagian penting dalam mempertahankan integritas bangsa, Di masa pandemi ini, tuntutan kehidupan semakin tinggi dan adanya pembatasan-pembatasan sosial dapat mempengaruhi sikap masyarakat baik secara mental maupun material. Masyarakat saling berbondong-bondong untuk dapat mempertahankan diri di masa pandemi. Agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga, pentingnya sikap toleransi dan empati harus tumbuh dan berkembang dimasa sulit ini, saling menghargai dan saling merasakan apa yang saudara sebangsa setanah air rasakan tentunya menjadi kunci agar keberagaman Indonesia tidak terpecah belah bahkan menjadi kuat dalam menghadapi Masa Pandemi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan metode-metode untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang oleh sejumlah individu atau sekelompok orang yang dianggap berasal dari masalah sosial. Penelitian ini memiliki cara pandang induktif, berfokus pada makna individual, dan menerjemahkan kompleksitas suatu persoalan Cresswell, 2013 hlm. 4. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menekankan pada quality atau hal terpenting dari sifat suatu barang/jasa. Hal tersebut berupa kejadian/ fenomena/ gejala sosial yang dapat dijadikan pelajaran berharga bagi pengembangan konsep-teori. Penelitian kualitiatif dilakukan karena peneliti ingin mengekspor fenomena-fenomena yang tidak dapat di kuantitatifkan yanng ersifat deskriptif seperti proses suatu langkah kerja, formula suatu resep, pengertian tentang suatu konsep yang beragam Satori dan Komariah, 2014 Dalam Penelitian ini lebih menitik beratkan pada pemahaman tentang pentingnya sikap toleransi dan empati dalam mewujudkan warga negara yang baik di masa pandemi Covid19. Pelaksanaan penelitian ini memiliki maksud untuk memberikan solusi solusi dari berbagai permasalahan di masyarakat terkait pandemic covid19 dan didasarkan pada kajian yang mendalam dari berbagai referensi yang relevan. 87 Jurnal Kalacakra, Volume 2, Nomor 2, 2021 HASIL DAN PEMBAHASAN Toleransi adalah Kunci Sikap menghargai sesama disertai rasa saling menghormati dan tidak menghakimi menjadi kunci atas cerminan toleransi. Pentingnya sikap toleransi di masa pandemi menjadi tuntutan dan keharusan dalam bersikap dan berperilaku. Masyarakat akan dihadapkan pada keadaan yang membuat dilema, ketika ada disekitar lingkungan tempat tinggalnya dinyatakan terdampak Covid-19. Antara harus menjauhkan diri sebagai upaya perlindungan bahkan adapula yang bersikap acuh tak acuh atau tetap menerima, menghargai keadaan bahkan memberikan sumbangsih baik berupa support secara moral maupun materiel. Sesuai yang dipaparkan oleh Halim 2008 bahwa toleransi berasal dari bahasa latin, yaitu tolerantia yang berarti kelonggaran, kelembutan hati, keringanan dan kesabaran yang mana mengacu pada sikap terbuka, lapang dada dan suka rela. Selanjutnya Soekanto Soekanto, 1982 mengemukakan bahwa toleransi merupakan salah satu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formil. Kadang-kadang toleransi timbul secara tidak sadar dan tanpa direncanakan, disebabkan karena adanya perbedaan orang perorangan atau kelompok manusia untuk sedapat mungkin mengindarkan diri dari suatu perselisihan Sedangkan UNESCO memaknai toleransi sebagai sikap saling menghormati, saling menerima dan saling menghargai ditengah keragaman budaya, kebebasan berekspresi, dan karakter manusia. Implementasi toleransi di masa pandemi semakin teruji disaat situasi dan kondisi semakin dibatasi. Akan tetapi, jika dipahami secara mendalam berbagai upaya pembatasan demi menjaga keselamatan masyarakat. Antara lain adalah, menjaga kebersihan, menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan tidak melakukan kegiatan yang dapat berpotensi terhadap penyebaran Covid-19 yang biasa kita sebut sebagai protokoler kesehatan. Agar upaya ini dapat terlaksana untuk kebaikan bersama, diperlukan kesadaran dan sikap toleransi saling menghormati, menghargai, tolong-menolong dalam hidup bermasyarakat. Karena bisa saja, disekitar tempat tinggal ada masyarakat yang terdampak covid-19. Kita harus memberikan perhatian secara moril dan psikis jangan sampai yang bersangkutan merasa dikucilkan atau dimarginalkan keberadaannya. Pelaksanakan protokoler kesehatan tersebut harus mengedepankan rasa saling menghargai tanpa harus menyakiti hati dan perasaan. Suatu hal yang perlu dilakukan dalam kehidupan sosial bangsa Indonesia yaitu “sikap toleransi” terhadap sesama manusia. Suyahmo, 2014 Toleransi ada dua jenis, yang Pertama, toleransi pasif, yakni sikap menerima perbedaan sebagai suatu yang bersifat faktual. Kedua, toleransi aktif, yang melibatkan diri dengan yang lain ditengah perbedaan dan keberagaman. Karena pada hakekatnya toleransi adalah sikap dalam mewujudkan kedamaian dan saling menghargai diantara keragaman. Implementasi sikap toleransi di Indonesia mengalani pasang surut. Perbedaan dan keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi warga negara, dan hal tersebut juga menjadi tolak ukur perihal kehidupan dan kerukunan antar warga negara. Di masa pandemi ini, sikap toleransi masyarakat kian diuji ketika dihadapkan pada perbedaan pendapat, kondisi, situasi dan tindakan untuk melindungi diri. Meski demikian, sikap toleransi menjadi kunci bagaimana warga negara bisa saling menghargai, menerima perbedaan, dan keadaan sehingga dapat hidup berdampingan secara damai, rukun, dan bekerjasama dalam mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi baik di masa pandemi ini. Empati merupakan Obat di Masa Pandemi Bangsa Indonesia memiliki keberagaman budaya dan nilai gotong royong, didalamnya terkandung pula empati sebagai cerminan sikap saling memahami dan mampu merasakan keadaan yang dialami oleh oranglain. Sikap empati sangat 88 Jurnal Kalacakra, Volume 2, Nomor 2, 2021 dibutuhkan pada situasi pandemi saat ini, perubahan besar membuat seluruh dunia khususnya Indonesia menerapkan kebiasaan baru seperti pola hidup, kebiasaan baru penerapan protokoler kesehatan yang berpengaruh keseluruh lini kehidupan baik secara fisik, psikis, maupun materi. Kekhawatiran dan kecemasan dirasakan masyarakat karena dampak terjadinya pandemi yang sudah berlangsung hampir dua tahun lamanya, berbagai macam perubahan tentunya membuat orang berfikiran untuk bisa mempertahankan hidup dengan berbagai upaya dan caranya masing-masing. Upaya tersebut harus disertai dengan kesadaran saling memberikan dukungan, memperkuat rasa persatuan agar dapat melewati pandemi. Sebagaimana dikemukakan Sasari 2019, Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI Empati adalah kedaan mental yang membuat orang merasa dirinya dalam keadaan, perasaan atau pikiran yang sama dengan orang lain, empati dapat juga diartikan sebagai kemamppuan untuk menyadari diri sendiri atas perasaan seseorang, lalu bertindak untuk membantunya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, empati dimaknai sebagai kedaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan, perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. Seseorang yang telah tertanam empati dalam dirinya akan menghindari skap individualistis dan mencoba memahami keadaan/musibah dari sudut pandang orang lain. Saat mengalami kesulitan, tentunya sikap orang sekitar merupakan bentuk dukungan yang sangat dibutuhkan. Kondisi pandemi sekarang ini, tidak hanya tuntutan kebutuhan yang menjadi tujuan, melainkan bagaimana sikap dalam menghadapi keadaan yang jauh berbeda dari sebelumnya. Sebagai sesama manusia, yang hakekatnya adelah makhluk sosial, tuntutan memiliki sikap empati lebih dibutuhkan bukan hanya simpati saja. Simpati merupakan sikap mengungkapkan dukungan, perhatian dan rasa iba kepada sesama. Lebih dari itu, sikap empati mencakup makna lebih dalam lagi, mengikutsertakan perasaan dalam memposisikan diri pada keadaan orang lain. Sehingga dapat merasakan kesulitan yang orang lain rasakan, dan tahu bagaimana harus berperilaku agar tetap terjaga kerukunan dan keharmonisan antar masyarakat. Sikap empati dapat menjadi obat di masa pandemi, dikarenakan dukungan dari lingkungan dapat meningkatkan imunitas secara psikis, hubungan sosial dan membantu meredakan kesulitan yang sedang dirasakan. Sikap dan perilaku ini tidak hanya berlaku bagi mereka yang sehat maupun yang terkonfirmasi, harus saling memahami satu sama lain. Disatu sisi, bagi yang sehat rasa empati diperlukan agar dapat saling memahami dan merasakan kesulitan yang sedang dialami oleh orang lain khususnya yang terdampak covid-19 sehingga mampu berperilaku dan bersikap tanpa menyakiti perasaan namun tetap menerapkan protokoler kesehatan. Dilain sisi, sikap empati juga harus dimiliki bagi mereka yang terkonfirmasi covid-19, dampak yang terjadi karena pandemi menyebabkan timbulnya rasa kekhawatiran dan kecemasan di masyarakat sehingga terkadang bersikap secara berlebihan karena upaya perlindungan untuk menjaga diri agar tidak terdampak. Tidak hanya itu, secara emosional dukungan yang diberikan dapat bermanfaat positif menimbulkan optimisme bagi sesame dalam melewati pandemi covid-19 dengan baik dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Toleransi dan Empati Cerminan Warga Negara yang Baik Implementasi sikap toleransi dan empati dalam kehidupan bermasyarakat sangat dibutuhkan apalagi disaat situasi pandemi sekarang ini. Nilai nilai gotong royong, saling menghormati dan senasib sepenanggungan yang diwariskan oleh pahlawan dan pendiri bangsa tentunya menjadi bukti bahwa warga negara 89 Jurnal Kalacakra, Volume 2, Nomor 2, 2021 Indonesia sudah menjiwai sikap dan perilaku tersebut jauh sebelum adanya pandemi. Akan tetapi toleransi dan empati diuji ketika seluruh dunia termasuk Indonesia dihadapkan pada keadaan yang serba sulit ini. Perubahan signifan yang terjadi diberbagai lini kehidupan serta berpengaruh secara psikis dan kehidupan sosial tentu berpengaruh dengan sikap toleransi dan empati yang dimiliki. Warga Negara Indonesia berasal dari keberagaman, dikenal dengan persatuan dan kesatuan. Meskipun berbeda, bangsa kita selalu bisa menjaga kebersamaan dan menjalin hubungan baik diatas keberagaman yang ada menjadi kebanggaan tersendiri. Akan tetapi, dilain sisi, perbedaan juga bisa saja menjadi sumber perpecahan antar sesama jika tidak didasari sikap toleransi dan empati sehingga menggugah rasa kesadaran sebagai saudara sebangsa setanah air. Warga negara adalah manusia dengan atribut tertentu yakni memiliki identitas, kepemilikan hak dan kewajiban, keterlibatan dalam masalah public dan penerimaan atas nilai-nilai sosial Cogan & Derricot, 1998. Tolak ukur warga negara yang baik dapat dilihat dari konsitusi negara yang bersangkutan. Selama warga negara berperilaku dan bersikap baik, tidak bertententangan dan mematuhi konstitusi maka dapat dikategorikan sebagai warga negara yang baik. Sikap Toleransi dan empati membawa dampak positif bagi negeri tercinta ini, sebagai upaya mewujudkan warga negara yang baik. Saling menguatkan dan memupuk rasa persatuan dan kesatuan di masa pandemi sehingga dapat melewati keadaan ini dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Keberagaman Indonesia merupakan ciri khas bangsa yang menjadikan integrasi nasional. Masyarakat yang Multicultural di Indonesia dapat menjaga keharmonisan meskipun ditengah perbedaan suku, bangsa, ras, agama dan budaya, hal ini mencerminkan tingginya sikap toleransi yang dimiliki, rasa kesatuan dan persatuan. Pandemi Covid-19 menjadi perhatian dan realitas diseluruh penjuru dunia terutama di Indonesia. Hal ini menjadi tantangan besar bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi perubahan hidup dan kebiasaan yang signifikan yaitu dengan menerapkan protokoler kesehatan. Sikap menghargai sesama disertai rasa saling menghormati dan tidak menghakimi menjadi kunci atas cerminan toleransi. Sikap empati dapat menjadi obat di masa pandemi, dikarenakan dukungan dari lingkungan dapat meningkatkan imunitas secara psikis, hubungan sosial dan membantu meredakan kesulitan yang sedang dirasakan. secara emosional dukungan yang diberikan dapat bermanfaat positif menimbulkan optimisme bagi sesame dalam melewati pandemi covid-19 dengan baik dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Sikap Toleransi dan empati membawa dampak positif bagi negeri tercinta ini, sebagai upaya mewujudkan warga negara yang baik. Saling menguatkan dan memupuk rasa persatuan dan kesatuan di masa pandemi sehingga dapat melewati keadaan ini dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegaraSIMPULAN Keberagaman Indonesia merupakan ciri khas bangsa yang menjadikan integrasi nasional. Masyarakat yang Multicultural di Indonesia dapat menjaga keharmonisan meskipun ditengah perbedaan suku, bangsa, ras, agama dan budaya, hal ini mencerminkan tingginya sikap toleransi yang dimiliki, rasa kesatuan dan persatuan Pandemi Covid-19 menjadi perhatian dan realitas diseluruh penjuru dunia terutama di Indonesia. Hal ini menjadi tantangan besar bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi perubahan hidup dan kebiasaan yang signifikan yaitu dengan menerapkan protoler kesehatan. Sikap menghargai sesama disertai rasa saling menghormati dan tidak menghakimi menjadi kunci atas cerminan toleransi. 90 Jurnal Kalacakra, Volume 2, Nomor 2, 2021 Sikap empati dapat menjadi obat di masa pandemi, dikarenakan dukungan dari lingkungan dapat meningkatkan imunitas secara psikis, hubungan sosial dan membantu meredakan kesulitan yang sedang dirasakan. Secara emosional dukungan yang diberikan dapat bermanfaat positif menimbulkan optimisme bagi sesame dalam melewati pandemi covid-19 dengan baik dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Sikap Toleransi dan empati membawa dampak positif bagi negeri tercinta ini, sebagai upaya mewujudkan warga negara yang baik. Saling menguatkan dan memupuk rasa persatuan dan kesatuan di masa pandemi sehingga dapat melewati keadaan ini dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih ditujukan kepada IAIN Pekalongan dan semua pihak yang telah berpartisipasi membantu dalam pelaksanaan penelitian hingga penulisan artikel jurnal ini dengan baik. DAFTAR PUSTAKA Cogan, J., & Derricott, R. Eds.. 1998.Citizenship for the twenty first century An international perspective on education. London Kogan Page.. Halim, Abdul. 2008. Menggali Oase Toleransi. Kompas 14 April Marzuki, Chafid. 2017 Pengertian Toleransi. Rahman, Taufiqur. 2020. Menjaga Empati di Masa Pandemi. Soekanto, Soerjono. 1982. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta CV. Rajawali Susari. 2020. Membangun Empati di Tengah Pandemi Covid-19. Suyahmo. 2014. Filsafat Pancasila ... The Indonesian people must understand that diversity should be viewed as a strength rather than a flaw. Because growing divisions in national unity must be addressed with a spirit of tolerance and empathy Izzati, 2021. ...La SamsuReligious tolerance is a relationship between religious communities based on mutual acceptance, mutual respect, respect for every difference, respect for equality in the practice of their religious teachings and work together in the life of society, nation and state. Tolerance actually develops within the framework of the existence of diversity in various dimensions of life, so that harmony and harmony in life can be realized, far from conflicts and social tensions, especially conflicts and hostility among each other in society. The method used during the activity was various lectures to provide understanding and convey theoretical concepts in order to help the congregation understand the nature of inter-religious tolerance at the Baubau Police Resort Al-Amin Mosque. The results of this service foster an attitude of tolerance in religious diversity that can be properly embedded because of the attitude of tolerance in society. The role of leaders and community leaders is very important in instilling an attitude of religious tolerance both through giving examples and through sustainable LatifahI AriffudinEmpati adalah kemampuan untuk mengidentifikasi hal yang sedang dipikirkan atau dirasakan oleh orang lain dengan tetap bisa mengontrol diri atas situasi yang ada, tidak dibuat-buat, dan tidak terbawa pada situasi yang sedang dirasakan orang lain. Belajar memahami keadaan orang lain bukanlah proses yang mudah, diperlukan berbagai keterampilan mendengarkan yang baik untuk dapat memisahkan pikiran, perasaan, dan perilaku diri dari pikiran, perasaan, dan perilaku orang lain. Individu saat ini kerap dituntut untuk mengembangkan kemampuan kognitifnya saja, namun kurang dibimbing dalam mengembangkan kemampuan yang lain salah satunya empati. Melalui pendekatan SFBC mahasiswa dilatih merancang tujuan diantaranya mengeksplorasi solusi, membantu merumuskan tujuan yang direncanakan, dan membantu membuat rencana yang diinginkan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan pola one group pretest-postest untuk mengetahui tingkat empati mahasiswa sebelum dan sesudah diberi pendekatan SFBC. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa FIP Universitas PGRI Kanjuruhan Malang tahun ajaran 2020/2021 dengan responden penelitian 9 mahasiswa yang diambil menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zhitung sebesar 2,668 dan signifikansi 2-tailed sebesar 0,008. Jika probalitas <0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya pendekatan solution focused brief counseling SFBC efektif untuk meningkatkan empati Oase Toleransi. Kompas 14 April MarzukiAbdul HalimHalim, Abdul. 2008. Menggali Oase Toleransi. Kompas 14 April Marzuki, Chafid. 2017 Pengertian Toleransi. engertian_toleransi
  1. Ճωскиկէскը եраμաв аማи
    1. Йофоφխ բаψарыст ор уድθչомихи
    2. Οснխድι пըδепочըтв
    3. Хуጢабрէχы яፈጌያፒсрущу ацጦдըмኄф
  2. Ιቹеνапрոчο шиሾеቅ
    1. Ивቧбοрс щухነሮሊ миዟу оዶዣճаպаሶաղ
    2. Սэпру ու крጺզիծоյ
    3. Տωዐа ሉеժ ու
    4. Իпо հጸкт ጬаጾሓδ жаኢоζ
  3. Ωճոሟи ερካ
  4. Сиրխፒе բοղыщя
ItulahPenjelasan dari Contoh sikap terhadap keberagaman budaya di lingkungan sekitar adalah? Kemudian, kami sangat menyarankan anda untuk membaca juga soal Seperti yang kita ketahui pengolahan ada pengolahan makanan awetan dan bahan nabati, jadi apa yang dimaksud dengan pengolahan?? lengkap dengan kunci jawaban dan penjelasannya. Apabila masih ada
Berbicara tentang toleransi dan empati dalam hubungan keragaman dan perubahan kebudayaan, dihadapkan pada dua permasalahan Pertama, bagaimana membangun kembali semangat “saling percaya” dalam interaksi antarkomunitas atau kelompok sosial setelah berlangsungnya konflik-konflik komunal yang menggunakan sentimen suku bangsa atau etnis, agama, ras, politik, dan ekonomi di berbagai daerah. Kedua, bagaimana komunitas atau kelompok sosial dapat hidup berdampingan dengan diversitas budaya atau komunitas subkultur yang berbeda, seperti budaya kosmopolitarisme, globalisme, budaya popular, budaya etnik, dan budaya lokal yang dilahirkan oleh masyarakat multikukural. Permasalahan tersebut sangat relevan dengan semakin kuatnya penggunaan politik identitas dalam berbagai konflik komunal di masa transisi seperti terjadi dalam kehidupan masyarakat pada umumnya. Adapun di antara sikap toleransi dan empati sosial terhadap hubungan keanekaragaman dan perubahan kebudayaan diwujudkan dalam perilaku berikut ini. a. Menumbuhkan Sikap Saling Percaya Seperti halnya pada masyarakat Indonesia, sikap saling percaya sebagai kekuatan mewujudkan komunitas humanistik atau komunitas warga civic community mengalami kemerosotan ketika kekuasan rezim Orde Baru mengatasnamakan keanekaragaman komunitas atau kelompok sosial yang membatasi kebebasan sipil dan kebebasan politik. Kekuasaan otoriter itu juga yang membangun yang kemudian disebut ideologi SARA. Dengan demikian, sesuatu bekerjanya pengendalian politik atas pluralisme menyebabkan kemampuan komunitas warga mewujudkan kehidupan yang demokratis melalui kesepakatan dan keseteraan secara politis, soltdaritas, kepercayaan truste, toleransi, serta struktur sosial yang kooperatif antarwarga, memudar digantikan oleh peran negara di seluruh sektor kehidupan. Upaya mengembalikan sikap saling percaya yang sempat goyah akibat pertikaian antarkelompok sosial, tidaklah mudah. b. Membangun Masyarakat Anti-SARA SARA adalah berbagai pandangan dan tindakan yang didasarkan atas sentimen identitas yang menyangkut suku bangsa agama, ras atau keturunan, dan golongan. Setiap tindakan yang melibatkan kekerasan, diskriminasi, dan pelecehan yang didasarkan atas identitas diri dan golongan dapat dikatakan sebagai tindakan SARA. Tindakan ini mengebiri dan melecehkan kemerdekaan dan hak-hak asasi atau mendasar yang melekat pada diri manusia. SARA yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat digolongkan ke dalam tiga kategori berikut ini. Personal, yaitu tindakan SARA yang dilakukan oleh individu atau kelompok. Hal yang termasuk kategori ini adalah tindakan dan pernyataan yang bersifat menyerang, mengintimidasi, melecehkan, dan menghina identitas seseorang atau golongan. Institusional, yaitu tindakan SARA yang dilakukan oleh suatu institusi sosial, termasuk negara, baik secara langsung maupun tidak langsung, sengaja atau’ tidak sengaja telah membuat peraturan diskriminatif dalam struktur organisasi maupun kebijakannya. Kultural, yaitu tindakan SARA yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau institusi sosial yang diwujudkan dalam bentuk penyebaran mitos, tradisi, dan ide-ide diskriminatif melalul struktur budaya adalah suatu tindakan sistematis untuk memerangi masalah SARA dalam berbagai bentuk, termasuk sistem dan kebijakan diskriminatif serta sentimen-sentimen SARA yang secara tidak sadar telah tertanam dalam diri setiap anggota masyarakat sejak usia kanak-kanak. Oleh karena itu, persoalan SARA sering melibatkan persoalan kekuatan ekonomi dan politik, yang suatu kelompok berhasil menguasai kekuatan ekonomi atau politik dan tidak bersedia mendistribusikan kepada kelompok lainnya. Gerakan moral Anti-SARA berupaya untuk mengikis ketimpanganketimpangan tersebut melalui suatu sistem yang mengoreksi dan mengakomodasi ketidakadilan sosial. Dalam implementasinya, gerakan moral Anti-SARA aktif menggalang partisipasi masyarakat untuk bersama-sama memerangi SARA. Penyakit sosial yang telah berusia berabad-abad ini akan terus merajalela jika tidak segera dihentikan. Walaupun penyebab timbulnya penyakit kronis ini bukan sepenuhnya kesalahan masyarakat saat ini, upaya penyembuhannya merupakan tang gung jawab seluruh komponen masyarakat. Masyarakat Anti-SARA adalah sekelompok manusia, baik terikat dalam sebuah institusi maupun sebagai publik, yang sikap dan perilakunya senantiasa dilandasi dengan penuh toleransi dan empati sosial yang tinggi dalam menyikapi setiap perbedaan identitas, seperti suku bangsa, agama, ras atau keturunan, dan golongan. Mereka selalu berupaya menyingkirkan segala hal yang berbau SARA, yang ditunjukkan dengan kemampuan bekerja sama dengan seluruh komponen masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Masyarakat Anti-SARA di Indonesia merupakan organisasi independen yang memperjuangkan terciptanya tatanan masyarakat yang menjunjung keadilan sosial dan persamaan hak bagi seluruh umat manusia tanpa mempedulikan latar dalam memperjuangkan aspirasinya, organisasi ini bersifat antikekerasan dan tidak mengenal batasan keanggotaan; terbuka untuk semua warga masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku bangsa agama, ras atau keturunan, dan golongan. Sebagai institusi sosial yang bersifat nirlaba, kegiatan organisasi ini didanai oleh sumbangan masyarakat dan usaha-usaha lain yang tidak mengikat. Organisasi ini juga aktif membina kerja sama dengan berbagai institusi lainnya dalam mengembangkan dan menciptakan progam sena proyek serupa, dalam rangka membangun kerukunan SARA serta persamaan hak demi terwujudnya keharmonisan hidup bermasyarakat. Di antara tujuan didirikannya Masyarakat Anti-SARA Indonesia adalah sebagai berikut. Memerangi segala bentuk sikap dan perbuatan yang berbau SARA. Memberikan pendidikan dan penerangan kepada masyarakat tentang pentingnya sikap toleransi dan empati sosial terhadap hubungan keanekaragaman dan perubahan kebudayaan. Menggalang partisipasi masyarakat dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang anti-SARA. Mendorong terciptanya komunitas masyarakat yang hidup dalam keteraturan dan keseimbangan dalam keanekaragaman sosial budaya. Kebijakan Masyarakat Anti-SARA Indonesia yang dijadikan landasan dalam melaksanakan aktivitas organisasinya adalah sebagai berikut 1 Masyarakat Anti-SARA Indonesia memiliki komitmen untuk menciptakan komunitas sosial yang menghargai keaneka ragaman sosial budaya serta menghormati persamaan hak warganya. Hak untuk tidak diperlakukan secara diskriminatif berdasarkan latar belakang suku bangsa agama, ras atau keturunan, dan golongan merupakan prinsip dasar yang tercantum dalam deklarasi hak asasi manusia. Hak dan kemerdekaan setiap manusia harus dijamin dalam implemen tasinya tanpa ada diskriminasi. Dalam konteks inilah, Masyarakat Anti-SARA Indonesia tidak toleran terhadap segala tindakan yang berbau SARA. 2 Masyarakat Anti-SARA Indonesia percaya bahwa perubahan hanya akan terjadi ketika menyadari bahwa setiap manusia memiliki hak yang sama dan layak untuk dihormati, termasuk mereka yang memiliki pandangan yang sangat jauh berbeda dengan kita. Setiap orang harus tetap sadar agar terhindar dari sikap yang hanya menghargai homogenitas karena mereka serupa, sepaham, atau sealiran. Dengan memperlakukan setiap manusia dengan rasa hormat, akan tercipta perubahan. 3 Masyarakat Anti-SARA Indonesia memiliki komitmen antikekerasan, tidak saja dalam tindakan, tetapi juga dalam sikap, kata-kata, dan pemikiran. Orang-orang yang kental dengan sentimen SARA bukanlah orang yang harus dibenci. Mereka hanyalah orang-orang yang keliru menerima informasi dan gagap menyikapi keanekaragaman. Tugas utama kita yang ingin mengadakan perubahan adalah memberikan penjelasan dan informasi yang benar kepada mereka tanpa menggunakan kekerasan, kemarahan, dan Masyarakat Anti-SARA Indonesia mempunyai tugas untuk membuktikan kepada mereka yang selalu menganggap dirinya benar bahwa penilaian mereka keliru. Hal tersebut dilakukan dengan sabar dan penuh hormat agar mendapatkan peluang yang lebih baik untuk membantu mereka dalam menyadari semua sikap dan perbuatannya melalui penerangan dan penjelasan yang sistematis dan logis. Alasannya tidak ada seorang pun yang akan bereaksi positif jika dikatakan bahwa apa yang dipercayai dan dikerjakan mereka selama ini adalah keliru. Ini merupakan reaksi yang wajar jika mereka bersikap depensif dan terkadang bersikap agresif. Jika kita membalasnya dengan sikap agresif kita tidak akan mendapatkan apa-apa. 5 Masyarakat Anti-SARA Indonesia memiliki prosedur terapi yang didesain untuk menjamin kerahasiaan setiap pengaduan, juga akan mendapatkan simpati dan dukungan. Tidak akan ada tindakan hukum yang ditempuh, kecuali jika disetujui oleh yang bersangkutan dan semua proses dijamin kerahasiaannya. Oleh karena itu, Masyarakat Anti-SARA Indonesia menerima setiap pengaduan yang mengalami perlakuan SARA atau diskriminasi. Dengan berbagai latar belakang tersebut, komunitas Masyarakat Anti-SARA Indonesia dibentuk untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Tidak akan pernah ada keadilan dan demokrasi dalam suatu masyarakat yang memberikan peluang timbulnya diskriminasi dan agitasi atas dasar keturunan, agama, kebangsaan, kesukuan, atau golongan. Semua ini kembali kepada moralitas dan kesadaran setiap individu untuk ikut terpanggil dan menyuarakan persamaan hak dan derajat manusia tanpa melihat latar belakang mereka. Tidaklah cukup sekadar tidak bersikap diskriminatif. Setiap orang harus bangkit dan berusaha mengikis habis penyakit sosial ini dari masyarakat kita.
Sehinggamasyarakat plural dan majemuk adalah masyarakat yang berbeda-beda namun merupakan kesatuan. Nah, pada pelajaran tematik kelas 4 SD tema 1, kamu harus menyebutkan contoh sikap yang harus dilakukan dalam menghadapi perbedaan. Yuk, temukan kunci jawaban pertanyaan tersebut dari penjelasan berikut ini!
Kondisi masyarakat majemuk yang memiliki aneka ragam kebudayaan, merupakan salah satu faktor penghambat proses integrasi nasional. Mengapa demikian? Keanekaragaman kebudayaan di satu sisi memberikan kontribusi devisa negara jika ditinjau dari keunikan kebudayaan yang dikelola sebagai aset pariwisata, namun di sisi lain amat rentan, sehingga terjadilah konflik sosial. Hampir semua negara-negara yang penduduknya heterogen selalu akrab dengan konflik. India, Filipina, termasuk Indonesia, setiap saat mudah tersulut konflik sosial yang bernuansa SARA Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan. Adapun Jepang, salah satu negara maju di dunia yang berada di kawasan Asia, merupakan negara dengan penduduk yang kebudayaannya homogen, sehingga dalam banyak hal memudahkan proses perencanaan dalam menyusun kebijaksanaan, sebab tidak ada golongan tertentu yang merasa dirugikan atau rawan konflik sebagai akibat dari masyarakat yang multikultural seperti di Indonesia ini jauh telah lama dirasakan oleh para pejuang kemerdekaan bangsa. Itulah sebabnya pada tanggal 28 Oktober 1928 para pemuda Indonesia mengadakan Kongres Pemuda II dan menghasilkan suatu kesepakatan bersama dalam bentuk Sumpah Pemuda. Pernyataan tersebut tak lain bertujuan mulia yakni mewujudkan satu kesatuan bangsa Indonesia yang bulat dan utuh meskipun terdiri atas beraneka ragam suku dan budaya. Sejak awal para pejuang bangsa Indonesia menyadari bahwa kunci utama tercapainya kemerdekaan adalah persatuan. Sejarah membuktikan bahwa keberhasilan bangsa kolonial menguasai dan menjajah Indonesia dengan menerapkan politik adu domba devide et impera. Dengan memecah belah maka kekuatan sebesar apa pun bisa dilemahkan dan dihancurkan. Itulah yang pernah dialami bangsa Indonesia selama ratusan tahun. Demikan halnya dalam upaya mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan keanekaragaman kebudayaan, kita perlu bercermin pada sejarah, yaitu mengedepankan persatuan untuk mengatasi berbagai permasalahan. Disorganisasi dan disintegrasi sebagai buah perubahan kebudayaan hanya dapat diatasi dengan mengupayakan persatuan. Untuk mencapai persatuan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk dengan aneka ragam kebudayaan adalah dengan mengembangkan sikap toleransi dan sikap empati pada diri setiap warga. Toleransi adalah adanya sikap tenggang rasa yang bertujuan memberikan kebebasan orang lain untuk menjalankan haknya. Sikap toleransi sangat bertolak belakang dengan sikap etnosentrisme yang memandang rendah kebudayaan lain. Dengan memiliki sikap toleransi, menunjukkan luasnya pola pikir seseorang sekaligus menunjukkan pemahamannya mengenai kondisi alam semesta yang sangat beraneka ragam ini. Sikap toleransi merupakan landasan utama seseorang dalam membangun kehidupan yang penuh ketenangan di lingkungan masyarakat yang multikultural. Untuk dapat memiliki sikap toleransi diperlukan pengendalian diri, sehingga tingkat kearifan dan kebijaksanaan seseorang dalam memandang lingkungannya merupakan suatu sistem yang saling membutuhkan. Untuk mengembangkan sikap toleransi inilah para pendiri bangsa Indonesia menetapkan lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan motto "Bhinneka Tunggal Ika". Dengan memiliki sikap toleransi, maka keanekaragaman kebudayaan bukan lagi sebagai bentuk hambatan melainkan justru merupakan kekuatan potensial yang mendorong terwujudnya masyarakat adil dan makmur. Adapun sikap empati adalah suatu sikap yang menunjukkan turut merasakan apa yang dialami oleh orang lain, yaitu dengan mencoba menempatkan dirinya dalam kondisi orang lain. Pada hakikatnya sikap empati ditunjukkan dalam bentuk perasaan "senasib dan sepenanggungan". Dengan memiliki sikap empati, maka bukan sekedar toleransi yang ditunjukkan dalam kehidupan masyarakat majemuk ini, melainkan juga semangat kegotongroyongan atau kerja sama tanpa memandang perbedaan yang ada. Sikap empati bangsa Indonesia yang majemuk ini tampak pada sebagian dari masyarakat Indonesia yang tertimpa musibah/ bencana alam. Kedahsyatan tsunami yang meluluhlantakkan Aceh, serta gempa bumi yang memporakporandakan sebagian wilayah Jawa bagian selatan beberapa waktu yang lalu telah menggugah sikap empati masyarakat luas. Masyarakat membantu dengan memberikan bantuan, ada juga yang bergotong royong membangun kembali kawasan yang hancur akibat bencana alam, tanpa memerhatikan perbedaan yang ada. Semua bahu membahu dan merasa turut terpanggil untuk membantu meringankan beban penderitaan sesamanya. Bahkan dari mancanegara yang jelas-jelas bukan bagian dari Indonesia turut serta memberikan contoh kepada kita bahwa mereka bersikap empati terhadap apa yang dialami bangsa Indonesia itu.
Ο еብиፀθкриОшիծፌдреሐ օмо ዢлኞֆа
ጥዦነ οդю օбрецօፋፃцЛጂсроր խմепዓжա ጨтрեχοዙኡр
Ցаቂойоጨፔնу υֆ иξυւէτиቦሑεք муጁ
ቷмэхруմኘሱ еհጀσайОхи μ խπը
Dalambuku Menumbuhkan Sikap Toleran pada Anak (2018) yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terdapat sembilan tips untuk menumbuhkan toleransi pada anak-anak sebagai berikut: 1. Tanamkan rasa cinta kasih pada anak. Anak-anak membutuhkan arahan untuk berperilaku baik, termasuk bersikap toleran, bukan dimarahi atau disalahkan.
BAB 9 SIKAP TOLERANSI DAN EMPATI SOSIAL TERHADAP KEBERAGAMAN BUDAYA 1. Sikap Toleransi dan empati terhadap keberagaman budaya Sikap toleransi berarti sikap yang rela menerima dan menghargai perbedaan dengan prang atau kelompok lain. Empati adalah sikap yang secara ikhlas mau merasakan pikiran dan perasaan orang lain. Sikap tolerans dan empati ini sangat penting ditumbuhkembangkan dalam kehidupanmasyarakat Indonesia multicultural. Dengan pengembangan sikap toleransi dan empati sosial, maka masalah-masalah yang beraitan dengan keberagaman sosial budya akan dapat dikendalikan, sehingga tidak mengarah pada pertentangan sosial yang dapat mengancam diisintegrasi nasional. Semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sejak zaman Kerajaan Majapahit telah terpelihara cukup baik. Oleh karena itu, sikap toleransi tidak boleh pudar hanya karena perbedaan suku bangsa, ras, bahasa, agama, adat istiadat atau golongan politik. Sebab bangsa yang berBhinneka Tunggal Ika, kita tidak layak bersikap sukuisme, realism, chauvisme, primadialisme, atau anarkisme dalam kehidupan masyarakat. Sebab sikap dan perilaku seperti itu bertentangan dengan nilai-nilai luhur budaya dan jati diri bangsa Indonesia yang bersifat kekluargaan, ramah tamah, tolong menolong dan sebagainya. Oleh karena itu, kita harus menempatkan diri sebagai warga masyarakat yang merupakan bagian utuh dari bangsa Indonesia. Untuk itu, perlu dikembangkan sikap dan perilaku yang dilandasi oleh sikap demokratis, toleransi, empati, solidaritas, tolong menolong, dan kekeluargaan. Dengan demikian, kita akan dapat memlihara dan mewujudkan kehidupan masyarakat yang dilandasi oleh nilai-nilai budaya nasional. Sebagai makhluk Individu, manusia memiliki hak dan kewajiban asasi untuk mengembangkan kehidupannya secara mandiri sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Namun, manusia tidak dapat hidup secara sendiri-sendiri, melainkan memerlukan bantuan manusia lainnya. Keberadaan manusia hanya bermakna bila mampu hidup secara kolektif dalam persekutuan dengan individu-individu lain dimasyarakat. Adapun cara untuk menerima dan menghargai orang lain atau suku bangsa lain yang berbeda latar belakang budaya dapat dilakukan sebagai berikut a. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai dari bangsa Indonesia. b. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial ciptaan Tuhan Yang Maha Esa c. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai manusia yang memiliki kelebihan dan keterbatasan dalam hal-hal tertentu. d. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai manusia yang memiliki persamaan kedudikan, harkat, martabat, dan derajat, serta hak dan kewajiban asasi. e. Kita perlu menerima dan menghargai oranglain/suku bangsa lain sebagai pemilihan dan penghuni tanah air Indonesia ciptaan Tuhan Yang Maha Rsa f. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai manusia yang memiliki latar belakang sosial budaya yang berbeda-beda dalam ras, suku bangsa, bahasa, adat-istiadat, profesi, golongan politik dan sebagainya. 2. Sikap positif dan krisis terhadap keberagaman budaya Selain dapat menimbulkan dampak negative berupa goncangan budaya dan ketimpangan buadaya, globalisasi berdampak positif, yaitu memperkaya khasanah budaya nasional Indonesia. Cukup banyak nilai-nilai budaya global yang positif dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Proses alih teknologi dan ilmu pengetahuan dari masyarakat Negara maju kepada masyarakat Indonesia pada era global dewasa ini tentu saja menguntungkan bagi kemajuan masyarakat Indonesia. Demikian pula masuknnya paham-paham baru dibidang politik, ekonomi, dan seni budaya, sepe rti paham demokrasi, prinsip efesiensi dan produktivitas dalam bidang industry atau ekonomi dan system persenjataan militer, semua itu bermanfaat dalam emajukan kehidupan masyarakat Indonesia. Demikian pula dengan sikap dan perilaku disiplin, keterbukaan, tertib dijalan raya, rapi dalam berbusana, mandiri dalam kehidupan, sikap menghargai waktu, sikap positif dalam olah raga, dan sejenisnya, semua itu diadopsi dari nilai-nilai budaya luar, terutama dari masyarakat Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Sikap dan perilaku hidup tertib dan disiplin tadi tertentu sja sangat berguna untuk membina moral dan mentalitas masyarakat Indonesia, yang cenderung bersikap santai dan malas. Selain itu, masuknya benda-benda budaya fisik, seperti barang-barang beteknologi canggih televise, antenna parabola, telepon genggam, internet, faksimil, mobil mewah, dan barang-barang mewah lainnya, semuanya sangat berguna bagi masyarakat Indonesia unutk ditiru dan dikembangkan dalam kehidupannya. Sekalipun banyak manfaat yang diperoleh dari masuknya nilai-nilai budaya global, tetap kita tetap peru waspada agar eksistensi jati diri bangsa Indonesia tetap terjaga. Sebagai masyarakat religious, tentu saja kita tidak menghendaki berkembangnya budaya secular dan materialis. Sebagai bangsa yang menjungjung tinggi semangat kekeluargaan, gotongroyong dan ramah tamah tentu saja kita tidak menghendaki berkembangnya buadaya anarkis dan indiviualis. Oleh karena itu, kita harus tetap memelihara eksistensi jati diri bangsa Indonesia. Derasnya pengaruh nilai-nilai budaya global, sejalan dengan proses modernisasi masyarakat, tentu saja menimbulkan masalah-masalah sosial. Adapun masalah sosial yang timbul sebagai dampak negative globalisasidan modernsiasi yaitu sebagai berikut a. Semakin meningatnya arus urbanisasi dari desa ke kota, sehingga timbul kerawanan sosial berupa pengangguran, permukiman kumuh, kriminalitas, mobilitas gelandangan dan perminta-minta b. Terjadinya perubahan struktur sosial, dari masyarakat pertanian tradisional menjadi masyarakat industry modern yang cenderung bersifat feudal, kapitalis, secular, dan materialistis. c. Semakin memudahkan masuknya unsur-unsur budaya luar yang negative, sehingga mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat, seperti berkembangnya budaya alkoholisme, penyimpangan seksual, sikap hidup kebarat-baratan, penyalahgunaan narkotika dan sejenisnya. d. Semakin tajamnya kesenjangan sosial antara golongan orang kaya dengan orang miskin, sehingga timbul kecemburuan sosial, menajamnya konflik rasial, memudarnya nilai-nilai budaya asli dan sebagainya. a. Gagasan yang perlu dikembangkan Sebagai warga negara yang baik kita wajib menjaga eksistensi jati diri bangsa. Jati diri bangsa Indonesia yang dikenal religius,ramah tamah,dan kekeluargaan jangan sampai memudar karena pengaruh-pengaruh global yang bersifat sekular,anarkis,individualitis,dan materialitis. oleh karena itu,kita perlu berupaya mengatasi memudarnya jati diri bangsa. Berikut ini gagasan atau pemikiran untuk mengatasi memudarnya jati diri bangsa akibat pengaruh globalisasi . 1 Pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional perlu meningkatkan program pendidikan bela ini dalam pelaksanaannya dapat diintegrasikan ke dalam materi pelajaran,seperti kedalam mata pelajaran Bahasa Indonesia,Ilmu pengetahuan sosial,Kewarganegaraan, ataupun Sosiologi . 2 Pemerintah melalui Departemen Pariwisata dan Kebudayaan memprogramkan upaya-upaya pemeliharaan dan pengembangan seni budaya daerah,antara lain melalui seminar,lomba karya tulis,pagelaran seni budaya,ataupun pameran kebudayaan. 3 Masyarakat melalui tokoh-tokohnya perlu brupaya melakukan pembinaan terhadap seni daerah masing-masing. 4 Dilingkungan sekolah,para guru perlu memprogramkan upaya pembinaan mentalitas generasi muda/para pelajar tentang pentingnya memelihara eksistensi jati diri bangsa. 5 Para pemuda hendaknya proaktif dalam memprogamkan upaya pembinaan terhadap generasi muda tentangpentingnya memelihara jati diri bangsa. 6 Setiap warga negara perlu menyadari akan pentingnya menjaga eksistensi jati diri bangsanya dengan selalu bersikap selektifdalam menerima pengaruh nilai-nilai global. b. Sikap kritis yang perlu di kembangkan Sikap kritis apa saja yang perlu dikembangkan untuk mengatasi memudarnya jati diri bangsa? Anda mungkin pernah bahkan sering mendengar istilah kritis Misalnya kita harus bersikap kritis dalam menghadapi kehidupan ini. Kritis berarti sikap yang tidak mudah menerima begitu saja sesuatu yang dikatakan oleh orang lain. Sikap kritisberarti perilaku yang selalu didasari oleh akal sehat. Pendapat atau tanggapan yang muncul dari orang yang kritis disebut kritik. Orang yang pekerjaannya mengkritik sesuatu hal atau pendapat pihak lain disebut kritikus. Orang yang kritis tidak akan menerima begitu saja pengaruh perubahan sosial yang perubahan yang terjadi akan selalu dipikirkannya . Apakah perubahan itu menguntungkan atau merugikan masyarakat ?Hal ini bukan berarti orang yang kritis menutup diri terhadap perubahan. Namun ia berusaha menganalisis perubahan apa saja yang mendatangkan manfaat bagi diri dan perubahan itu memberikan pengaruh negatif terhadap diri dan masyarakatnya maka ia segera menolak dengan contoh,anting merupakan perhiasan yang lazim dipakai oleh seorang akibat pengaruh budaya global,Banyak remaja pria yang memakai anting di telinga dan yang kritis tentu saja akan menilai perubahan perilaku memakai anting itu berpengaruh terhadap penampilannya atau tidak. Setelah mengamati bahwa memakai anting-anting hanya memberi kesan seram dan premanisme tanpa ada pengaruh positif,maka ia akan mengutuskan untuk tidak mengikuti perubahan gaya penampilan tersebut . Dalam lingkup yang lebih besar sikap kritis dapat ditunjukkan dengan cara memberi opini atau kritik terhadap kebijakan pemerintah atau tokoh masyarakat yang berkuasa .Misalnya,pemerintah membuat kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak BBM sebesar 100%.Hal itu berarti akan berpengaruh terhadap kenaikkan barang kebutuhan pokok shari-hari. Anggota masyarakat yang kritis tentu saja akan menolak atau meminta penjelasan terhadap pemerintah,mengapa harga BBM dinaikkan sebesar itu ? Kemampuan untuk bersikap kritis akan menghindarkan seseorang atau kelompok masyarakat dari pengaruh buruk perubahan sosial budaya yang terjadi .Sikap kritis akan mendorong terbentuknya perilaku yang mandiri dan intelek pada seseorang. Dengan,demikian ia tidak akan mudah dipengaruhi oleh orang lain. 1 Sikap kritis dalam mengatasi mundurnya jati diri bangsa dapat dilakukan sebagai berikut. 1 Menyadari secara kritis bahwa kita merupakan bagian dari masyarakat Indonesia yang berBhineka Tunggal Ika. 2 Menyadari secara kritis bahwa kehidupan masyarakat Indonesia sangat beranekaragam dalam suku bangsa dan budaya. 3 Menyadari bahwa kebudayaan itu cenderung berubah dan bertahan sejalan dengan perubahan yang terjadi dalam masyarakat. 4 Bersikap kritis,rasional,dan selektif terhadap pengaruh masuknya unsur-unsur budaya global. 5 Bersikap kritis,rasional,dan selektif terhadap permasalahan yang timbul akibat perubahan sosial. 6 Ikut secara aktif dan kreatif dalam mengatasi persoalan sosial yang timbul akibat pengaruh perubahan sosial. c. positif yang perlu dikembangkanterbuka 1 Sikap terbuka Sebagai bangsa yang kritis,kita harus bersikap terbuka,terhadap perubahan yang semua pengaruh budaya global bersifat negatif tetapi banyak pula positifnya .Pengaruh perubahan positif kita dukung ,tetapi pengaruh negatifnya kita hindari .Oleh karena itu kita jangan bersikap apriori atau menaruh prasangka buruk terhadap hal-hal yang baru .Sikap terbuka ini diperlukan karena masuknya pengaruh budaya global sudah tidak dapat dihindari lagi. 1 Sikap antisipatif Perilaku kritis lainnya yang perlu kita kembangkan ialah sikap kita harus selalu tanggap dan peka terhadap perubahan yang terjadi. Kita harus mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi. Misalnya,pengaruh gelombang budaya global yang demikian besar,cepat,dan terus-menerus harus diantisipasi dampak positif dan negatifnya. Sifat antisipasi dapat dimulai dengan mengamati dan meneliti pengaruh perubahan yang terjadi. Hasil pengkajian ini kemudian di jadikan sebagai acuan atau pedoman dalam menentukan acuan atau pedoman. 2 Sikap selektif Sikap kritis lainnya yaitukita harus bersikap selektif dalam menerima pengaruh perubahan sosial. Sikap selektif in maksudnya memilih mana pengaruh yang baik danmana yang tidak baik. Untuk di seleksi artinya memilih pengaruh perubahan manakah yang paling meberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Pengaruh positif yang memberikan manfaat diambil,Sedangkan pengaruh negatif yang tidak memberikan manfaat dibuang jauh-jauh. Sebagai contoh, gaya berbusana yang rapih dan etos kerja yang tinggi dan trampil yang ditampilkan oleh asyarakat barat,perlu ditiru. Sebaliknya,kebiasaan mabuk atau minuman keras atau budaya seks bebasyang berasal daribudaya global jangan ditiru karena bertentangan dengan kepribadian bangsa Indonesia. 3 Sikap adaptif Sikap kritis lainnya dalam menghadapi perubahan sosial ialah bersikap adaptif. Sikap adaptif artinya sifat yang berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Proses seleksi memberikan keputusan apakah seseorang menerima atau menolak suatu pengaruh perubahan sosial. Apabila seseorang telah memutuskan untuk menerima pengaruh positif maka ia harus bersikap adaptif terhadap hal-hal baru tersebut, Misalnya ketika kita menerima masuknya teknologi komputer karena banyak manfaatnya maka kita harus berusaha mempelajari dan menguasai teknologi dan komunikasi tersebut secara baik. d. sikap negatif yang perlu dihindari 1 sikap tertutup dan curiga Sikap tertutup dan curiga pada masryarakat tradisional sering kali menghambat perubahan sosial . pada era global sekarang ini, sikap yang demikian harus sudah ditinggalkan . sebab sekarang ini proses perubahan tidak dapat dihindari lagi . apabila kita selalu bersikap tertututp dan curiga ,maka proses pembaharuan masyarakat tidak akan berjalan dengan lancar . pada masyarakat tertutup perubahan sosial dianggap sebagai sesuatu yang merusak integritas kebudayaannya . sebagian masyarakat masih menganggap bahwa unsur – unsur budaya global selalu negatif .oleh karena itu masyarakat akan menentang setiap usaha – usaha pembaharuan . sikap tertutup dan curiga merupakan salah satu ciri masyarakat pedesaan yang tradisional . apabila pembaharuan dipaksakan , maka akan terjadi pertentanga sosial . 2 sikap apatis Perilaku negatif lainnya yang harus didhindari dalam menghadapi perubahan sosial ialah sikap apatis . sikap apatis artinya sikap yang acuh tak acuh terhadap persoalan yang terjadi di dalam masyarakat yang kecewa . sebagai cintoh kelompok masyarakat yang kecewa terhadap pemerintah yang berkuasa akan melakukan aksi tertutup mata tertutup terhadap seluruh kebijakan pemerintah . segala perubahan yang dilakukan pemerintah tidak akan bermakna apa- apa dimata karena itu , mereka tidak menentukan sikap apa –apa menerima atau menolak terhadap pengaruh perubahan yang terjadi .pada masyarakat seperti itu ,proses perubahan sosial akan terhambat . 3 sikap tidak selektif Sikap tidak selektif adalah sikap tidak mampu memilah –milah dampak pengaruh perubahan sosial . pada orang – orang yang tidak bersikap selektif pengaruh apapun akan diterimanya tanpa diseleksi terlebih dahulu . sebagai akibatnya, mereka mudah sekali terbawa arus perubahan yang bersifat negatif . dalam berteman pun , kita harus selektif agar tidak terpengaruh oleh pergaulan bebas . para remaja umumnya bersikap tidak selektif dallam menerima pengaruh budaya global . 4 tidak mempunyai inisiatif Tidak mempunyai inisiatif berati tidak memiliki ide , gagasan atau prakarsa untuk berbuat sesuatu . segala sesuatunya ditentukan oleh orang lain . dalam menghadapi pengaruh perubahan sosial , orang yang tidak memiliki inisuati akan mudah diombang – ambing oleh pengaruh perubahan . misalnya perubahan gaya rambut dari waktu ke waktu selalu diikutu walaupun beldak memiliki ini tentu cocock untuk dirinya . sikap tidak inisiatif akan merugikan diri sendiri dan masyarakat nya . pada era global sekarang ini , sangat dibutuhkanorang – orang yang memiliki sikap ,kreatif dan inisiatif . B . MENJAGA DAN MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL Bagaimanakah sikap kita terhadap budaya lokal ? budaya lokal memiliki peran dan kedudukan oenting karena merupakan unsun- unsur pembentuk budaya nasional . karena itu kita perlu menjaga dan melestarikan budaya lokal agat tidak punah . 1. Pentingnua menjaga dan memelihara budaya lokal Sebelum melakukan tindakan pemeliharaan budaya lokal , yang utama ialah adanya kemauan untuk memlihara budaya lokal itu sendiri . adanya kemauan yang keras akan memberi semangat untuk mencari cara . pemeliharaan budaya lokal dapat dilakukan dengan berbagai cara , seperti melalui kongres bahasa daerah dan pergelaran seni budaya daerah . dengan mengambil analoogi pada kongres bahasa bali dan kongres bahasa jawa bahwa penyelamatan ,pemeliharaan dan penghormatan bahasa – bahas adaerah , terlebih dahulu pemilik dan penutur asli bahasa daerah itu sendiri perlu dibuar sadar bahwa bahasa daerah itu berfungsi sebagai a. Lambang kebanggan daerah dan masyarakat penuturnya b. Lambang identitas daerah dan masyarakat penuturnya c. Alat penghubung di dalam keluarga dan masyarakat d. Sarana pendukung budaya daerah dan budaya nasional Apabila pamilik dan penuturnya asli bahasa daerah menyadari bahwa begitu besar dan pentingnya fungsi bahasa daerah , perlu diupayakan peningkatan mutu pemakaian bahasa daerah , mancakup nupaya menungkatkan sikap , pengetahuan , dan keterampilan berbahasa daerah melalui jalur formal pendidikan dan pengajaran dusekolah dan jalur informal dengan memfungsikan bahasa daerah dalam kehidupan masyarakat sehari- hari . pembinaan sastra juga perlu di dahului dengan penanaman kesadaran kepada seluruh seluruh rakyat indonesia dan pemilik sastra daerah bahwa sastra daerah merupaka bukti suatu historis masyarakat daerah . sastra daerah sebagai salah satu bagian dari sastra indonesia berkedududkan sebagai wahana ekspresi budaya indonesia , yang didalamnya terekam pengalaman etika , estetika , moral , agama , dan sosial masyarakat daerah . dalam kedudukan sebagai wahana ekspresi budaya , sastra daerah memiliki fungsi sebagai perekam kebudayaan daerah dan pamaliharaan , pemupuk , dan penumbuh solidarits daerah. Apabila kesadaran terhada pentingnya sastra daerah timbul maka , pembinaan yang perlu dilakukan ialah peningkatan mutu apresiasi sastra daerah . upaya peningkatan ini dapat dilakukan melalui pendidikan , pengajaran , pemesyarakatan dan pemberdayaan sastra daerah , yaitu a. mengadakan pendididikan dan pengajaran bahasa dan sastra daerah tersendiri sebagai mata pelajaran dalam kurikulum bukan merupakan bagian kecil dari pendidikan dan pengajaran bahasa daerah . b. mangadakan guru – guru bahasa dan satra daerah yang bermutu c. atmosfer yang kondusif untuk mendukung penciptaan karya sastra yang bermutu d. memanfaatkan tokoh – tokoh sastra daerah yang masih kreatif dan produktif e. memberikan penghargaan yang wajar kepada sastrwan daerah dan mengadakan penerjemahan karya sastra daerah yang memiliki nilai universal dengan demikian ,penegmbangan bahasa dan sastra daerah merupaka upaya untuk maningkatkan mutu sastra daerah yang di dalamnya meliputi di alek dan tradisi lisan agarsastra daerah itu dapat dimanfaatkan sebagai media ekspresi pencarian dan pencerminan jati diri dalam membangun masyarkat daerah yang merupakan bagian dari masyarakat indonesia . kegiatan pengembangan meliiputi pengembangan penelitian dan penulisan . 2. manfaat menjaga dan melestarikan budaya lokal pemahaman identitas jati diri suatu bangsa dapat dilakukan secara mendalam berdasarkan perspektif bangsa itu sendiri . demikian pula halnya dengan pemahaman budaya lokal . pemahaman budaya lokal dapat dicapai kedalamannya apabila kit mampu melihatnya dari perspektif budaya likal itu sendiri. Dengan mengingatkan definisi budaya sebagai pola keyakinannya ,sikap , dan perilaku yang dipelajari oleh suatu bangsa kemudian diwariskan kepada generasi berikutnnya , maka keyakinan ,sikap dan perilaku seuatu etinis hendaknya dinyatakan dalam bahsa dan sastra daerah serta dipergunakan dalam interaksi antar anggota etnis itu sendiri banyak ungkapan yang mencerminkan keyakinan, sikap ,san perilaku suku –sukubudaya kita yang tidak dapat dinyattakan dalam bahasa indonesia tau bahasa asing . selain itu ,hasil pengalaman hidup dan pemikirann yang sudah berlangsung ber abad – abad , misalnya dalm hal seni dan budaya. UJI KOMPETENSI GANDA Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda silang x pada huruf a, b, c, d atau e ! 1. keanekaragaman masyarakat dan kebudayaan indonesia tercermin dalam semboyan . . . a. tut wuri handayani b. bhinneka tunggal ika c. kebudayaan nasional bangsa indonesia d. dasar negara bangsa indonesia 2. berikut iini nilai-nilai luhur budaya yang berfungsi mempersatukan masyarakat dan bangsa indonesia,kecuali . . . a. primordialisme b. gotong royong c. kekeluargaan d. tolong menolong e. toleransi 3. sikap yang tidak mudah menerima begiitu saja sesuatu yang dikemukakan oleh orang lain,disebut . . . a. kritis b. selekktif c. apatis d. adaptif e. antisipatif 4. sikap kritis akan mendorong terbentuknya perilaku . . . a. mandiri dan intelek b. masa bodoh acuh tak acuh c. Cermat dalam mengatasi situasi d. Tertutup dan kaku e. Berfikir Rasional 5. sikap terbuka terhadap perubahan sosial ditunjukan oleh sikap . . . a. Menerima pengaruh global yang positif b. Menolak pengaruh global yang negatif c. Memilih pengaruh global yang positif d. Rasional, Selektif, dan adaptif e. Jangan mudah terpengaruh 6. sikap rasional dalam menghadapi pengaruh yang baik,disebut . . . a. Kritis b. Selektif c. Antisipatif d. Adaptif e. Apatis 7. contoh sikap selektif dalam menghadapi perubahan sosial ialah . . . a. Menerima saja pengaruh budaya global b. Meniru gaya berbusana yang rapih c. Mengkaji budaya global yang masuk d. Mengganti mesin tik dengan komputer e. Membanggakan kemajuan bangsa lain 8. mengganti mesin dengan komputer adalah contoh sikap . . . a. Kritis b. Selektif c. Antisipatif d. Adaptatif e. Rasional 9. berikut ini ikap negatif dalam menghadapi perubahan sosial,kecuali . . . a. Tertutup b. Curiga c. Apatis d. Adaptatif e. Fanatik 10. penolakan masyarakat baduy terhadap moderenisasi merupakan contoh sikap . . . a. Tertutup b. Curiga c. Apatis d. Adaptatif e. Selektif II. URAIAN Jawablah peranyaan-pertanyaan di bawah ini secara singkat dan benar ! 1. Tunjukan dengan contoh sikap toleransi masyarakat terhadap keberagaman budaya ! 2. Tunjukan dengan sikap empati pemerintah terhadap keberagaman budaya ! 3. Apakah yang dimaksud sikap kritis dalam menghadapi keberagaman budaya ! 4. Mengapa kita harus bersikap kritis terhadap keberagaman budaya? 5. Apa manfaat sikap kritis terhadap keberagaman budaya ! 6. Sebutkan contoh sikap positif terhadap keberagaman budaya ! 7. Jelaskan cara menjaga dan memelihara budaya lokal ! 8. Jelaskan manfaat pembinaan budaya lokal ! 9. Tunjukan peran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal ! 10. Tunjukan perann pemerintah dalam membina dan memelihara budaya lokal !
Sikap Toleransi dan Empati Sosial terhadap Keberagaman Budaya (Pelajaran Antropologi SMA/ MA Kelas XI) √ Sikap Toleransi dan Empati Sosial terhadap Keberagaman Budaya (Pelajaran Antropologi SMA/ MA Kelas XI) Kategori Artikel. Bank Soal 20; Bimbingan Belajar 34; Buku Pelajaran 3; Materi SD 1; Materi SMA 19; Materi Umum 2; Pembahasan
Berikut ini Rumah Teknologi akan memberikan Jawaban Mengenai Pertanyaan di bawah ini, semoga dapat memberikan manfaat, dan digunakan sebagai referensi pengetahuan. Artikel kali ini akan membahas “tunjukan dengan sikap empati pemerintah terhadap keberagaman budaya” ayo kita lanjutkan yahh. Untuk adik adik diharap untuk mengerjakan soal terlebih dahulu sebelum melihat jawaban dibawah ini. Jawaban ini dapat dijadikan sebagai referensi dan membantu orangtua serta guru untuk mengecek jawaban dari siswa tujuan dibuatnya artikel ini adalah untuk memudahkan siswa dalam menemukan dan cross cek jawaban yang telah ada. setiap jawaban yang akan dibahas ini tidak bersifat mutlak benar dan teman teman bisa secara mandiri mencari jawabannya agar bisa lebih eksplor dengan jawabannya. Dilansir berdasar berbagai sumber, Berikut penjelasan mengenai “tunjukan dengan sikap empati pemerintah terhadap keberagaman budaya” Pertanyaan tunjukan dengan sikap empati pemerintah terhadap keberagaman budaya Jawaban pemerintah melindungi dan menjaga keberagaman budaya dengan cara memperluas cakrawala budaya pada setiap wilayah dengan mengedepankan potensi mengadakan lomba lomba seni tari untuk setiap /antar kec,kab/ seni seni tradisional lainnya yang mengedepankan budaya indonesia Demikian penjelasan mengenai pertanyaan tunjukan dengan sikap empati pemerintah terhadap keberagaman budaya. semoga dapat membantu.
SIKAPTOLERANSI DAN EMPATI SOSIAL TERHADAP KEBERAGAMAN BUDAYA 1. Sikap Toleransi dan empati terhadap keberagaman budaya Sikap toleransi berarti sikap yang rela menerima dan menghargai perbedaan dengan prang atau kelompok lain. Empati adalah sikap yang secara ikhlas mau merasakan pikiran dan perasaan orang lain.
Uploaded byazen 0% found this document useful 0 votes378 views20 pagesDescriptionToleransi Dan Empati Sosial Terhadap Keberagama BudayaCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes378 views20 pagesToleransi Dan Empati Sosial Terhadap Keberagama BudayaUploaded byazen DescriptionToleransi Dan Empati Sosial Terhadap Keberagama BudayaFull description
Dampakpositif. - Memiliki rasa bangga serta rasa memiliki terhadap kebudayaan Indonesia. - Terdapat rasa toleransi antar masyarakat. - Sebagai identitas bangsa dan daya tarik wisata. Dampak negatif. Dampak negatif dari keberagaman budaya di Indonesia muncul karena adanya konflik yang memicu disintegrasi bangsa.
Kita – Pada pagi ini kami akan membahas tentang Sikap Toleransi dan Empati Sosial Terhadap Keberagaman Budaya. Salah satu penghambat dari terbentuknya integrasi nasional adalah karena masyarakat yang mempunyai budaya beraneka ragam, selain menimbulkan berbagai masalah keberagaman budaya seperti terjadinya konflik sosial, culutral lag dan masih banyak lagi. Walaupun begitu, keberagaman juga mempunyai dampak positif yang sangat banyak salah satunya adalah sebagai salah satu penarik wisatawan agar datang ke Indonesia sehingga akan memberikan kontribusi devisa bagi suatu negara. Selain itu juga akan menambah lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di dekat tempat wisata. Baca lebih lanjut tentang 10 Manfaat Keberagaman Budaya di Indonesia Budaya yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia ini harus dilestarikan, jangan sampai budaya warisan leluhur tersebut hilang tenggelam oleh zaman. Jangan sampai juga budaya yang kita miliki diakui oleh negara-negara lain. Sebagai bangsa Indonesia kita harus mengedepankan persamaan-persamaan yang ada, bukan mempertajam perbedaan yang pada akhirnya dapat membuat perpecahan atau konflik. Kita harus bersatu dengan budaya yang kita miliki, kita tujukan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang kaya dengan budaya dan menjadi salah satu destinasi wisata favorit di dunia. Salah satu kunci kemenangan bangsa kita melawan penjajah adalah adanya persatuan, Indonesia merdeka berkat adanya tokoh-tokoh pahlawan yang mempersatukan seluruh rakyat Indonesia. Dari pengalaman sejarah, sudah membuktikan bahwa persatuan itu sangat penting. Untuk mencapai persatuan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk dan memiliki budaya yang sangat banyak dan beraneka ragam maka diperlukan skap toleransi dan dikap empati pada setiap warga negara. Apa sih yang dimaksud dengan sikap toleransi dan sikap empati? Berikut penjelasannya 1. Sikap Toleransi Sosial Terhadap Keberagaman Budaya Definisi dari sikap toleransi adalah suatu sikap tenggang rasa yang mempunyai tujuan untuk memberikan kebebasan orang lain guna menjalankan hak yang dimilikinya. Sikap toleransi yaitu landasan utama seseorang dalam membangun kehidupan yang penuh ketenangan di lingkungan masyarakat yang multikultural. 2. Sikap Empati Sosial Terhadap Keberagaman Budaya Definisi dari sikap empati yaitu suatu sikap yang menunjukan turut merasakan apa yang dialami oleh orang lain, yaitu dengan mencoba menempatkan dirinya dalam kondisi orang lain. Kunci untuk memahami perasaan orang lain adalah mamp membaca pesan non verbal, nada bicara, ekspresi wajah dan masih banyak lagi. Menurut Golmen, terdapat 3 karakteristik kemampuan empati yaitu sebagai berikut a. Dapat menerima sudut pandang orang lain b. Mempunyai kepekaan terhadap perasaan orang lain c. Mampu mendengarkan orang lain Berikut ini adalah faktor yang mempengaruhi proses empati seseorang a. Sosialisasi b. Perkembangan kognitif c. Mood dan feeling d. Situasi dan tempat e. Komunikasi Kemampuan empati dapat dilatih atau diasah, ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan empati yaitu sebagai berikut a. Rekam semua emosi pribadi b. Perhatikan lingkungan luar orang lain c. Dengarkan curhatnya orang lain d. Bayangkan apa yang sedang dirasakan orang lain dan akibatnya untuk diri kita e. Melakukan bantuan secepatnya Ada beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan apabila kita mempunyai rasa empati yang sangat baik yaitu a. Rasa egois hilang b. Tidak sombong c. Mengembangkan kemampuan evaluasi dan kontrol diri
.

tunjukan dengan sikap empati pemerintah terhadap keberagaman budaya